KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri mengatakan kondisi cuaca ekstrem menjadi atensi bersama pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dishub Kepri, Junaidi, menyebut hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi menyambut Nataru bersama Kemenkopolhukam RI, KSOP, Balai Pelengelola Transportasi Darat (BPTD), Polda, serta Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Kepri.

“Gubernur Kepri telah menerbitkan surat edaran kepada bupati/wali kota se-Kepri terkait kewaspadaan dan siaga cuaca ekstrem, seperti banjir, gelombang tinggi, hingga longsor. Ini jadi atensi bersama bahwa kita harus siaga cuaca ekstrem jelang Nataru,” kata Junaidi, Rabu (3/12/2025).

Junaidi menyampaikan berdasarkan peta BMKG, saat ini konodisi cuaca di Kepri relatif masih stabil, namun BMKG mengingatkan pentingnya keselamatan berlayar dampak risiko gelombang tinggi di akhir tahun, terutama di perairan Natuna dan Anambas dengan potensi gelombang mencapai ketinggian empat meter.

Menurutnya kapal yang akan berlayar di wilayah Kepri, misalnya rute Batam – Anambas, harus berkoordinasi perihal kondisi cuaca dengan BMKG, tiga hari sebelum keberangkatan.

“KSOP sudah menyampaikan setiap kapal yang akan berlayar dari Batam ke Anambas, tiga hari sebelum berangkat sudah dapat informasi cuaca dari BMKG. Kalau cuaca tidak mendukung, keberangkatan ditunda sampai cuaca stabil, karena jarak tempuh cukup jauh,” ujarnya.

Sementara untuk keberangkatan kapal-kapal antarapulau seperti Batam-Tanjungpinang, Batam-Lingga dan Batam-Karimun, sejauh ini masih lancar karena kondisi gelombang relatif stabil.

Meski demikian, keberangkatan kapal antarapulau se-Kepri tetap wajib mengantongi izin dari KSOP sebelum berlayar.

“Jika cuaca buruk. KSOP minta keberangkatan kapal ditunda. Wajib ditunda demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *