Tanjungpinang (Vnews.click) – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Hasan mengerahkan 600 orang pekerja untuk melakukan normalisasi drainase di 18 titik lokasi rawan banjir di daerah setempat.
Hasan mengatakan para pekerja tersebut melibatkan masyarakat tempatan melalui skema program padat karya, yang masing-masing mendapatkan upah sebesar Rp120 ribu per hari sesuai target masa kerja di tiap-tiap wilayah.
“Anggarannya bersumber dari dana insentif daerah (DID) sebesar Rp700 juta, dengan penanggungjawab dinas PUPR,” kata Hasan, Sabtu (2/12/2023).
Ia menyebut normalisasi drainase dilakukan bertujuan membersihkan saluran air agar berjalan lancar sekaligus meminimalisir terjadinya banjir, mengingat belakangan ini tingkat curah hujan di Tanjungpinang cukup tinggi hingga memicu kejadian banjir.
Menurutnya dari pemantauan lapangan saat banjir terjadi di belasan titik lokasi pada Kamis (30/11/2023) malam, ternyata salah satunya dipicu akibat hampir semua drainase dipenuhi sampah-sampah rumah tangga, seperti kaleng, botol, kantong plastik hingga popok bayi.
Selain itu, ada juga sedimentasi pasir yang mengendap di dalam drainase dengan ketinggian mencapai 60 centimeter, menyebabkan saluran air menjadi tidak lancar.
“Makanya kita ambil langkah menguras sampah hingga sedimentasi pada saluran drainase, paling tidak itu bisa meminimalisir banjir ketika terjadi hujan deras,” ujar Hasan.
Lanjut Hasan mencontohkan banjir yang kerap terjadi di depan wisma Pesona Tanjungpinang, belakangan sudah mulai berkurang setelah pemkot melalui dinas-dinas terkait membersihkan sampah dan sedimentasi drainase di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, ia turut mengimbau agar masyarakat merubah pola pikir tidak membuang sampah sembarangan, terutama di dalam drainase.
Masyarakat bisa meletakkan sampah di pinggir-pinggir jalan, selanjutnya akan ada petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Tanjungpinang yang akan mengangkutnya.
“Kami juga mengajak seluruh jajaran pemkot hingga masyarakat Tanjungpinang aktif gotong-royong menjaga lingkungan masing-masing guna mencegah terjadinya banjir,” pungkasnya. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

