Ansar mengklaim serapan APBD tersebut masih relatif baik atau berada di zona hijau, karena kondisi serupa juga terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Bulan Juli atau Agustus 2023, serapan anggaran pasti meningkat, seiring dimulainya pembayaran uang muka terhadap proyek-proyek fisik besar,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Jumat (16/6/2023).
Menurutnya sejauh ini tak ada kendala berarti menyangkut serapan anggaran APBD di Pemprov Kepri, mengingat kegiatan pembangunan fisik rata-rata sudah berjalan.
Ansar berkomitmen mengawal serapan anggaran di seluruh OPD/Dinas untuk merealisasikan program percepatan pembangunan serta pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.
“Belanja daerah dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Karena, kita yakin setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah pasti memberikan efek ganda bagi ekonomi masyarakat,” ucap Ansar.
Namun demikian, kata Ansar, yang menjadi persoalan justru di sektor pendapatan asli daerah atau PAD saat ini berada di zona merah.
Ia telah menginstruksikan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemprov Kepri untuk memaksimalkan potensi PAD agar jangan sampai terjun bebas.
“PAD hingga Juni 2023 turun, makanya kita adakan rapat bersama OPD terkait untuk meningkatkan PAD,” ucap Ansar. (Redaksi)