Tanjungpinang (Vnews.click) – Aneka kerupuk mentah berbahan olahan ikan laut yang diproduksi CV Kyria Rezeki di Kota Tanjungpinang, berhasil menembus pasar ekspor Singapura.
Owner CV Kyria Rezeki Bonak Chandra mengatakan hampir setiap pekan selalu ada saja permintaan pengiriman kerupuk dari Tanjungpinang untuk Singapura.
Jumlahnya menyesuaikan dengan permintaan konsumen di negeri jiran tersebut. Tidak terlalu banyak, tapi rutin.
“Paling banyak itu di akhir tahun, ekspor kerupuk ke Singapura bisa mencapai dua kontainer melalui Batam, karena untuk persiapan hari raya Imlek,” kata Bonak belum lama ini.
Bonak bercerita awalnya merantau dari tanah kelahirannya Bangka Belitung pada tahun 1882. Saat itu usianya baru 22 tahun.
Tiba di Tanjungpinang, ia bekerja di kedai kopi di kawasan Kampung Baru hingga akhirnya menemukan jodoh (istri) di Kota Gurindam tersebut.
Tahun 1884, Bonak pindah kerja ke Palembang untuk membantu adiknya memproduksi kerupuk selama kurang lebih dua tahun atau hingga 1886, ia kemudian memutuskan kembali ke Tanjungpinang.
Berbekal pengalaman yang ada, Bonak bersama istri dan adiknya mulai merintis usaha kerupuk sendiri, tepatnya di tahun 1988. Ia memanfaatkan bahan olahan ikan mentah lalu diolah menjadi kerupuk menggunakan peralatan seadanya.
“Tanjungpinang ini daerah laut, jadi cukup mudah mencari ikan dengan harga murah, seperti ikan tongkol dan talang,” ungkapnya.
Mulanya Bonak memproduksi kerupuk untuk dititipkan di warung-warung kelontong, lalu di sekitar tahun 2000-an berhasil merambah ke ke toko/swalayan, bahkan masuk ke pasar Batam dan Singapura sebagai oleh-oleh dari Tanjungpinang.
Kala itu, Bonak dan keluarga memproduksi ratusan kilogram kerupuk per bulan dan sudah mempekerjakan lima orang karyawan untuk memproduksi kerupuk.
Seiring waktu berjalan, penjualan kerupuk semakin laris, yang kemudian memacu Bonak membangun sentra produksi kerupuk bernama CV Kyria Rezeki di Jalan Merpati, Kilometer 11, Kecamatan Tanjungpinang Timur, dengan modal pinjaman bank. Ia juga membangun hunian pribadi di lokasi tersebut.
Saat ini, CV Kyria Rezeki sudah memiliki 22 karyawan untuk mengolah hingga memproduksi berbagai jenis kerupuk dari bahan olahan ikan, cumi, udang sampai siput gonggong khas Tanjungpinang. Total produksi mencapai lima ton per bulan.
Selain itu, ia juga membangun pusat oleh-oleh khas Tanjungpinang “Pondok Gong-Gong” di Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang dan mempekerjakan lima karyawan sebagai penjaga toko.
Ada berbagai varian rasa kerupuk yang dihasilkan, seperti kerupuk udang, kerupuk tenggiri sampai kerupuk gonggong. Harganya bervariasi, mulai dari Rp2.000 hingga Rp18.000 per kemasan.
“Kalau harga kerupuk Rp2.000, itu kemasan kecil yang dititipkan di warung-warung kelontong, selebihnya dipasarkan di berbagai toko, swalayan serta diekspor,” ucapnya.
Dalam setahun CV Kyria Rezeki menghasilkan omzet sekitar Rp3 miliar. Usaha ini pun banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat dan bersertifikasi Halal.
Bonak merasa senang produk UMKM lokal mampu go internasional, dan di sisi lain dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Produk Kyria Rzeki diharapkan bisa menembus pasar ekspor di berbagai negara lainnya, selain Singapura. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

