KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG

Vnews.click, Kuala Lumpur – Aliansi Putra Mahkota Dunia secara resmi menggelar rapat persiapan pembangunan Basis Kelestarian Peradaban Kerajaan Dunia di Hotel Berjaya, Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu.

​Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua Aliansi, Cheng Ji Shiyang, sejumlah pemimpin agama, Sultan Pulau Bintan Indonesia, serta perwakilan Dewan Multinasional Kumgangsan dari berbagai negara, termasuk tokoh penting dari Kamar Dagang Internasional IBA Indonesia.

​Kelanjutan Pertemuan Indonesia dan Usulan Markas Global

​Pertemuan di Kuala Lumpur ini merupakan kelanjutan dari rapat perencanaan pertama yang sebelumnya telah sukses digelar di Indonesia pada Januari 2026 lalu.

​Fokus utama pembahasan dalam rapat kali ini meliputi, ​pemilihan lokasi markas permanen global, pembangunan sistem pewarisan peradaban, persiapan Kongres Aliansi Putra Mahkota Dunia.

Menariknya, dalam rapat ini, Pulau Bintan, Kepri, Indonesia, secara resmi diusulkan untuk menjadi lokasi markas permanen global bagi aliansi tersebut.

​Misi Melestarikan 48 Kerajaan Bersejarah Dunia

​Dari informasi yang dihimpun media ini, Selasa (26/5/2026), program yang diprakarsai oleh aliansi tersebut bertujuan untuk menggali dan melanjutkan semangat peradaban kerajaan melalui berbagai sektor strategis, mulai dari keuangan, perdagangan, arsitektur, hingga pewarisan budaya.

​Langkah besar ini diharapkan dapat mendorong dialog budaya di antara 48 kerajaan bersejarah yang ada di dunia.

Aliansi menargetkan basis kelestarian ini akan resmi berdiri pada Kongres Tahun 2027 di bawah komite persiapan yang dipimpin langsung oleh Cheng Ji Shiyang.

​”Aliansi Putra Mahkota Dunia aktif mendorong perdamaian dan stabilitas global melalui pewarisan nilai-nilai budaya kerajaan sejak tahun 2012,” ujar Cheng Ji Shiyang, yang juga merupakan keturunan generasi ke-13 dari garis keturunan Genghis Khan.

​Struktur Kepengurusan dan Perwakilan Indonesia-Malaysia

​Untuk mengoordinasikan hubungan antara komunitas kerajaan Indonesia dan Malaysia, sejumlah tokoh penting didelegasikan yakni ​Ketua Pelaksana Sri Paduka Tri Buana Haji Huzrin Hood (dari Kesultanan Bintan Darul Masyhur) dan ​Ketua Pelaksana Lokal, Datuk Seri Bobby Jayanto. ​

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal, Raja Malik Hafrizal (cicit dari Pahlawan Nasional Raja Ali Haji), nantinya akan mendampingi Zhang Yuan, Utusan Khusus PBB yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Persiapan.

Adpaun dampak strategis bagi Pulau Bintan sendiri, sejumlah program strategis akan segera dikembangkan dalam waktu dekat.

Selain pembangunan markas permanen di Pulau Bintan, akan dibangun pula Forum Budaya Internasional serta Pusat Penelitian Teknologi Tinggi untuk Perdamaian Dunia.

​Pendirian markas di Pulau Bintan ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam meningkatkan pengaruh di kancah global, sekaligus menjadi magnet kuat untuk menarik investasi dan pariwisata internasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *