Tanjungpinang (Vnews.click) – Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan menyoroti pengangkatan 17 orang staf khusus Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di tengah adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN/APBD.
Hal itu mereka sampaikan saat menggelar aksi demo Indonesia Gelap di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis (20/2/2025).
Koordinator Aksi, Joel Oktavianus, menilai pengangkatan 17 orang staf khusus Gubernur Kepri tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang ditekankan oleh pemerintah pusat. Mengingat gaji yang diterima staf khusus cukup besar sehingga dapat membebani APBD.
Apalagi jumlah staf khusus Gubernur Kepri yang dilantik itu jumlahnya cukup banyak jika dibandingkan dengan daerah lainnya, seperti Gubernur Jakarta terpilih yang hanya akan mengangkat tujuh orang staf khusus.
“Padahal Jakarta lebih besar dari Kepri, tapi staf khusus gubernurnya cuma tujuh orang, sementara Kepri sampai 17 orang,” kata Joel.
Maka itu, Joel mewakili para mahasiswa lainnya meminta DPRD Kepri untuk mengevaluasi kebijakan Gubernur Kepri mengangkat 17 orang staf khusus tersebut.
Sementara, Wakil Ketua III DPRD Kepri, Bachtiar, menyatakan telah menampung sejumlah tuntutan yang disampaikan aliansi mahasiswa Tanjungpinang-Bintan, salah satunya terkait pengangkatan staf khusus Gubernur Kepri.
“Aspirasi adik-adik mahasiswa sudah kami tampung, dan akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri,” ujar Bachtiar. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

