EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Dishub Kepri) Junaidi menyampaikan sejumlah operator pelayaran antar pulau di daerah tersebut sudah mulai mengajukan kenaikan tarif kapal menyusul naiknya harga BBM.

“Sudah ada yang mengajukan, baik secara lisan maupun tulisan, tapi sifatnya kita tampung dulu,” kata Junaidi di Tanjungpinang, Selasa.

Ia menyebut usulan kenaikan tarif penumpang kapal antar pulau itu akan dibahas bersama pihak-pihak terkait, seperti Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA), agar mendapatkan tarif kapal yang sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di tengah krisis global saat ini.

Sementara untuk tarif penumpang kapal internasional, katanya, ketetapan tarif kapal penumpang menjadi wewenang pemerintah pusat.

Junaidi mengatakan operator pelayaran antar pulau tak boleh semena-mena menaikkan harga tarif penumpang kendati pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM.

Kenaikan tarif transportasi laut, tetap harus dihitung sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku supaya tak membebani masyarakat. Apalagi Provinsi Kepri yang memiliki luas lautan sebesar 96 persen, lebih banyak menggunakan transportasi laut untuk terhubung antar satu pulau ke pulau lainnya.

“Jangan sampai harga BBM naik 45 persen, tarif kapal juga ikut naik 45 persen. Itu tidak boleh, makanya kita gesa pembahasan soal ini agar cepat rampung,” ucap Junaidi.

Sementara, salah seorang penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang Ogi mengaku tarif kapal tujuan Tanjungpinang-Batam masih normal di kisaran harga Rp57.500 per orang.

“Tadi pagi berangkat, harganya masih normal,” katanya, Selasa siang.

Ia sudah mendengar wacana kenaikan harga tarif kapal antar pulau, salah satunya rute Tanjungpinang-Batam. Namun, dia mengharapkan kenaikan itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan masyarakat.

“Kita maklumi, kenaikan BBM pasti berpengaruh terhadap tarif kapal laut. Harapannya, jangan sampai terlalu memberatkan masyarakat,” ucap Ogi.

Di sisi lain, kapal rute Tanjungpinang ke Pulau Anambas tidak beroperasi sejak dua hari terakhir, karena operator kapal itu masih menunggu penyesuaian harga tiket menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM Sabtu (3/9). (Mis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *