EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan potensi investasi di daerah itu kini merata di seluruh wilayah, tidak hanya terpusat di Batam, Bintan dan Karimun.

“Kami terus menawarkan potensi investasi di semua kabupaten/kota se-Kepri, salah satunya melalui temu bisnis dengan pelaku usaha di Malaysia belum lama ini,” kata Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra, Selasa (30/6/2026).

Hasfarizal menyampaikan selama ini investasi yang masuk ke Kepri masih didominasi di wilayah Batam, Bintan dan Karimun atau dikenal BBK, khususnya di sektor industri pengolahan.

Ketiga kawasan tersebut menjadi primadona investasi, karena memiliki keistimewaan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).

Oleh karena itu, kata dia, DPMPTSP Kepri berupaya menggenjot pemerataan investasi di semua wilayah Kepri agar berkembang sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia memaparkan beberapa potensi investasi unggulan yang bisa digarap oleh para pelaku usaha, antara lain di Natuna memilii peluang investasi penyediaan air bersih untuk 1.000 sambungan rumah, kapal domestik dan internasional, hingga industri hilir perkebunan kelapa dengan jumlah produksi 500 ribu biji per tahun.

“Permintaan akan copra charcoal, virgin coconut, briket, handicraft masih sangat tinggi. Natuna juga dekat dengan jalur perdagangan internasional,” ungkapnya.

Kemudian, di Lingga memiliki potensi pariwisata untuk dikembangkan pelaku usaha, salah satunya kawasan wisata di Pulau Katang.

Saat ini, kata dia, Pulau Katang tengah disiapkan menjadi second home luxury (rumah kedua yang mewah) dengan berbagai sarana premium.

“Demikian pula di Anambas, terkenal dengan potensi wisata bahari, salah satunya Pulau Bawah,” ungkap Hasfarizal.

Lebih lanjut ia menyampaikan DPMPTSP Kepri juga terus mendorong perluasan investasi di Bintan, mulai dari pengembangan berbagai proyek pariwisata dan hospitality, meliputi resort, condotel, hotel berbintang, water park, hingga Green Bamboo Village sebagai destinasi wisata berkonsep alam dan berkelanjutan.

“Untuk di Bintan, fasilitas pendukung sudah tersedia seperti villa, restoran, jaringan utilitas, akses jalan, area pantai, dan mangrove,” jelasnya.

Selanjutnya, pengembangan investasi di Karimun yang meliputi penyimpanan dan
pengilangan (refinery) minyak dan gas, lalu perikanan serta rantai dingin, operasi terminal dan pergudangan, energi baru dan terbarukan, perbaikan kapal dan struktur kelautan, jasa maritime, manufaktur dan pengolahan.

“Karimun memiliki lahan industri 120 hektar, lalu garis pantai 1.503 meter, kolam pelabuhan 950.000 m², hingga mampu melayani kapal 50.000 DWT,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *