KEPRI SOSIAL TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepri pada September 2025 turun sebanyak 2,7 ribu orang dibandingkan Maret 2025, yaitu dari 117,28 ribu orang menjadi 114,55 ribu orang.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, menurut BPS Kepri, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan dari 101,34 ribu pada Maret 2025, menjadi 94,77 ribu pada September 2025.

“Kondisi berbeda dialami daerah perdesaan yang justru mengalami kenaikan penduduk miskin, yakni dari 15,94 ribu pada Maret 2025 menjadi 19,79 ribu pada September 2025,” kata Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, Kamis (5/2/2026).

Toto menjelaskan penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata
pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK).

Menurutnya garis kemiskinan di Kepri menunjukkan kenaikan sebesar 4,60 persen, yaitu dari Rp832.410 per kapita per bulan pada Maret 2025, menjadi Rp870.738 per kapita per bulan pada September 2025.

Komoditi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan di perkotaan pada September 2025 yaitu beras sebesar 14,00 persen, kemudian diikuti komoditi rokok kretek filter sebesar 12,60 persen, dan daging ayam ras sebesar 5,56 persen.

Sementara untuk wilayah perdesaan, rokok kretek filter dan beras memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, masing-masing sebesar 18,21 persen dan 16,71 persen.

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar
dibandingkan peranan komoditi bukan makanan perumahan, sandang,
pendidikan, dan kesehatan,” pungkas Toto. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *