Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 350 calon siswa SMP di Tanjungpinang tidak tertampung di beberapa sekolah negeri, karena tingginya minat masyarakat mendaftar ke sekolah-sekolah tertentu, seperti SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 7 dan SMPN 16.
“Sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan RI, setiap sekolah harus menjalankan proses pembelajaran sesuai kapasitas rombongan belajar dan tidak boleh melebihi kuota,” kata Kepala Bidang SMP Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana War, Senin (14/7/2025).
Novi menjelaskan 350 siswa yang tidak tertampung di sejumlah SMP Negeri itu rata-rata akibat tidak masuk kriteria domisili, sehingga diarahkan untuk mendaftar ke sekolah yang berada di dekat lokasi tempat tinggal masing-masing.
Disdik Tanjungpinang telah memetakan dan menyediakan sekolah-sekolah alternatif yang masih memiliki daya tampung, antara lain SMPN 3, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 12, SMPN 15, dan SMPN 17.
Sebagai solusinya, masyarakat dapat mendaftar atau mendatangi posko pendaftaran offline yang dibuka Disdik di SMPN 6 Tanjungpinang.
Posko dibuka selama tiga hari, terhitung tanggal 14 sampai 16 Juli 2025.
Posko ini juga akan membantu orangtua untuk mendapatkan informasi dan arahan terkait sekolah alternatif yang tersedia.
“Mudah-mudahan persoalan ini selesai dalam tiga hari, sehingga seluruh siswa tertampung di SMP Negeri,” ujar Novi.
Lanjut Novi menyampaikan total sebanyak 2.694 siswa telah terdaftar secara online dan tertampung di SMP Negeri se-Tanjungpinang pada SPMB tahun ajaran 2025/2026, sedangkan sebanyak 781 siswa masuk SMP Swasta. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

