Advetorial KEPRI

Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengusulkan enam proyek strategis melalui forum Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2024.

“Seluruh proyek itu sudah kita sampaikan dalam forum Musrenbangnas, Rabu 6 Mei 2024,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPR-P) Kepri Sayed Wahidin, Jumat (19/5/2024).

Sayed memerinci keenam proyek yang diusulkan tersebut, yakni pembangunan jembatan penghubung Batam – Bintan, penggantian jaringan distribusi utama (JDU) Perumda Tirta Kepri di Kota Tanjungpinang, dan pengembangan sistem pengelolaan air minum (SPAM) regional Pulau Bintan.

Kemudian, peningkatan SPAM IKK Sebayar, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, lalu pembangunan monumen tugu bahasa nasional di Pulau Penyengat, dan pembangunan jembatan Semala di Natuna.

Ia menyampaikan lewat forum Musrenbangnas 2024, pihaknya telah melampirkan sejumlah dokumen pendukung terhadap usulan proyek-proyek tahun ini.

Ia menyebut untuk pembangunan jembatan Batam-Bintan, dokumen yang disampaikan meliputi DED trase jalan pendekat menuju jembatan itu dari sisi Tanjung Sauh, kemudian ada juga Surat Keputusan (SK) Kementerian Lingkungan Hidup, serta rekapan sertifikat jembatan Batam-Bintan tertangal 5 Juli 2023.

Sedangkan untuk proyek usulan pergantian pipa JDU, lanjut dia, dokumen yang disampaikan berupa surat Gubernur Kepri ke Kementerian PPN Bappenas tentang permohonan penggantian pipa JDU, dan proposal penggantian pipa JDU.

Lalu, DED penggantian pipa JDU dan daftar tunggu pelanggan.

“Tujuan dari pergantian pipa ini untuk mengurangi tingkat kehilangan air serta untuk meningkatkan cakupan pelayanan Perumda Tirta Kepri,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk usulan proyek pengembangan SPAM regional Pulau Bintan, proyek itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air baku diseluruh wilayah Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

“Adapun rencana infrastruktur yang akan dibangun adalah intake, instalasi pengolahan air (IPA), reservoir serta jaringan perpipaan,” paparnya.

Selanjutnya, untuk pembangunan monumen tugu bahasa nasional, proyek dikonsep dengan sembilan lantai. Nantinya di lantai dua akan berfungsi sebagai tempat pameran, galeri, dan auditorium.

Pada lantai tiga terdapat kafe dengan pemandangan langsung Pulau Penyengat. Lantai tipikal sebanyak lima lantai (lantai 4-8) merupakan akses menuju menara monumen tugu bahasa nasional, yaitu tangga dan lift.

“Lantai sembilan monuman itu merupakan puncak dan pengunjung untuk dapat melihat pemandangan Pulau Penyengat hingga Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang dan juga lautan disekitarnya,” jelasnya.

Terkahir, yakni proyek pembangunan jembatan Semala di Natuna, bertujuan untuk mendukung aktivitas sehari-hari warga setempat karena merupakan satu-satunya akses menuju Batubi-Klarik.

Kehadiran jembatan ini akan mendukung pertumbuhan perekonomian serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Semoga semua usulan proyek strategis dari Kepri dapat terealisasi dengan bantuan dana APBN,” pungkas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *