KEPRI TANJUNGPINANG

TANJUNGPINANG (VNEWS.click) – Tingginya harga sejumlah komoditas telur ayam di pasaran Batam beberapa waktu ini, membuat Disperindag Kota Batam menyediakan Pasar binaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan jaminan harga murah untuk masyarakat.

Tingginya harga tersebut terjadi karena beberapa factor. Selain faktor cuaca yang mempengaruhi daerah penghasil, juga dipengaruhi musim libur para distributor sembako Batam. Sehingga pasokan sembako di Batam sedikit terganggu.

Pasca tahun baru, harga sejumlah komoditas pangan sudah kembali normal kecuali harga telur ayam. Saat ini, harga telur ayam masih bertahan di harga Rp46 ribu hingga Rp50 ribu perpapan di tingkat pengecer.

“Melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan beberpa waktu lalu terjadi karena faktor cuaca dan bencana di daerah penghasil, sehingga menyebabkan gagal panen,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau.

Untuk harga telur ayam yang meroket, lanjur Gustian Riau, terjadi karena adanya regenerasi ayam penghasil telur. Ayam yang sudah tidak produktif diganti dengan ayam yang lebih muda dan belum menghasilkan telur. Sehingga suplay terganggu yang menyebabkan harga melonjak.

Gustian juga menghimbau kepada masyarakat, solusi mahalnya harga sembako, Disperindag Batam sudah menyediakan pasar TPID di Batam Centre. “Di pasar ini sudah dijamin stok tersedia dibanding pasar pasar lain. Selain itu harga juga dijamin murah sehingga tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.(Mva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *