Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp73,9 miliar untuk melaksanakan sejumlah program/kegiatan tahun 2023 di Kabupaten Bintan.
“Anggaran tersebut akan digunakan untuk merealisasikan pekerjaan fisik dan nonfisik,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Pemprov Kepri Misni di Tanjungpinang, Jumat.
Misni menjelaskan beberapa pekerjaan fisik prioritas di Bintan tahun ini, antara lain pembangunan bangunan pengendalian banjir kampung pisang dan kuala Lumpur.
Kemudian lanjutan pembangunan jalan di Pulau Tambelan, rekonstruksi jembatan dan box culvert pasca banjir di ruas jalan kilometer 18 sampai 20 di Gesek.
“Ada pula lanjutan penataan kawasan desa wisata Sei Enam Kijang, pembangunan ruang kelas baru
beserta perabotnya SLBN Kijang, penambahan ruang kelas baru SMAN 1 Bintan Pesisir,” ujarnya.
Sementara, pekerjaan nonfisik meliputi pembagian sembako, pelatihan untuk PATBM, festival sastra internasional gunung Bintan, festival kompang.
Selanjutnya, belanja hibah uang antara lain hibah kepada UMKM, hibah Yayasan Bahtera Insani, insentif RT/RW dan posyandu.
Untuk belanja hibah barang, di antaranya hibah barang pengadaan mesin ice maker tube, hibah peralatan usaha kepada Koperasi Citra Bintan Maju, hibah motor operasional SDM pendamping program keluarga harapan (PKH), dan pengadaan kawat bubu.
“Untuk di Bintan tahun ini kita fokus bangun sarana prasarana seperti jalan, jembatan, polder banjir, ruang kelas baru hingga membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui bantuan usaha UMKM,” ujar Misni.
ââââââLebih lanjut Misni menambahkan bahwa Pemprov Kepri melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 telah menetapkan pengembangan wilayah di Bintan ditujukan sebagai pusat pariwisata internasional.
Menurutnya pada tahun 2022 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri sebesar 758.154 kunjungan. Kabupaten Bintan menyumbang sebesar 31.367 kunjungan.
Selain itu, sambungnya, Bintan juga ditetapkan sebagai pengembangan industri maintenance, repair, dan overhaul (MRO) dan industri pengolahan makanan. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

