KEPRI UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri menyatakan dari total 394 pulau berpenghuni di Kepri, sebanyak 344 pulau sudah berlistrik, dan tersisa 50 pulau lagi belum berlistrik.

“Dengan demikian, rasio elektrifikasi di Kepri sudah mencapai 97,9 persen,” kata Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin, Rabu (8/5/2024).

Ia menjelaskan bahwa rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang memiliki sumber penerangan baik dari listrik perusahaan negara (PLN) maupun listrik non-PLN dengan jumlaj rumah tangga.

Adapun 50 pulau belum berlistrik dimaksud tersebar di empat kabupaten/kota se-Kepri. Meliputi Kabupaten Anambas, Kabupaten Karimun, Kabupatan Lingga, dan Kota Batam.

Ia menyebut kemungkinan pulau-pulau tersebut sudah berlistrik, namun masih bersifat swadaya masyarakat atau dengan kata lain pemerintah belum hadir memberikan penerangan listrik yang memadai kepada warga setempat.

Pihaknya menargetkan 50 pulau belum berlistrik itu dapat segera menikmati listrik dengan beberapa upaya pendekatan, antara lain mengadakan mesin genset, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga menggunakan solar panel surya.

Ia mencontohkan di Batam pada tahun ini ada tiga pulau belum berlistrik yang akan diintervensi dengan solar panel surya.

Kemudian di Anambas, tersisa dua pulau belum berlistrik yang rencananya akan diintervensi dengan PLTS, karena jumlah penduduknya relatif sedikit, masing-masing lima hingga 17 kepala keluarga (KK).

“Kami terus berkolaborasi dengan PLN UID Riau-Kepri untuk merealisasikan program Kepri Terang di seluruh pulau berpenghuni. Selain mengandalkan APBD dan APBN, juga melibatkan perusahaan melalui dana CSR untuk pemasangan sambungan baru listrik warga,” ujar Darwin.

Darwin turut menambahkan sampai saat ini terdapat 113 subsistem PLN di wilayah Kepri, yang mana 35 pulau sudah menyala 24 jam, lalu 72 pulau 14 jam, dan enam pulau tujuh jam.
Keenam pulau tersebut berada di Karimun dan Tambelan (Kabupaten Bintan), masing-masing tiga pulau.

“Enam pulau yang masih menyala enam jam tengah diupayakan untuk ditingkatkan menjadi 14 jam,” pungkas Darwin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *