Tanjungpinang (Vnews.click) – BPBD Kepri mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi musim angin utara yang bisa memicu gelombang tinggi di perairan sekitar.
“Sesuai prediksi BMKG, musim angin utara saat ini masih berlangsung hingga pertengahan Februari 2025,” kata Kepala BPBD Kepri, Hasbi, Selasa (4/2/2025).
Hasbi menyebut angin utara yang melanda belakangan ini memicu gelombang tinggi di perairan Kepri, semua pihak harus lebih berhati-hati pada saat melakukan aktivitas di laut.
Menurutnya BPBD dan BMKG sudah berkoordinasi melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang rawan gelombang tinggi, seperti di perairan Natuna dengan potensi ketinggian gelombang laut sekitar empat sampai enam meter.
Selain itu, beberapa wilayah perairan lainnya, meliputi rute pelayaran ke Lingga, Karimun, dan Moro yang berpotensi terjadi gelombang tinggi akibat musim angin utara.
“Beberapa titik perairan itu merupakan laut lepas, makanya berisiko terjadi gelombang tinggi,” ujar Hasbi.
Oleh karena itu, Hasbi mengimbau masyarakat nelayan berhati-hati saat melaut di tengah angin utara guna meminimalisir risiko kecelakaan laut.
Demikian pula dengan operator kapal dan pengguna transportasi laut agar mempedomani prediksi cuaca BMKG sebelum berangkat, termasuk imbauan larangan pelayaran dari otoritas terkait apabila terjadi gelombang tinggi melebihi batas maksimal.
“Pastikan lengkapi alat keselamatan diri ketika berlayar di laut untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak inginkan,” ucapnya.
Selain itu, Hasbi turut mengimbau masyarakat yang beraktivitas di darat agar lebih berhati-hati saat keluar rumah, sebab musim angin utara dapat memicu pohon tumbang.
Ia pun mengingatkan seluruh jajaran BPBD di semua kabupaten/kota se-Kepri siap siaga melakukan langkah mitigasi dan antisipasi terhadap potensi bencana di musim utara.
“Terutama di titik-titik rawan bencana, personel BPBD bersama pihak terkait harus siaga jika ada laporan warga terkait bencana,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

