HUKUM KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Kasus penyekapan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Tanjungpinang di Myanmar mulai menemukan titik terang.

Susi, salah satu korban penyekapan bersama rekannya Ayu dari Agam, Sumatera Barat, kini telah berhasil keluar dari lokasi penyekapan setelah pihak keluarga menyetorkan sejumlah uang tebusan kepada pihak perusahaan/perekrut.

Mantan suami Susi, Ahai alias Rudi, yang mewakili pihak keluarga menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi korban.

Mengingat kedua orang tua Susi telah meninggal dunia, Ahai mengambil langkah untuk membantu proses penyelamatan demi anak-anak mereka.

Ahai menjelaskan bahwa penyekapan yang dialami Susi, disertai dengan tuntutan sejumlah uang yang diklaim sebagai ganti rugi biaya akomodasi, tiket pesawat, dan perjalanan korban.

“Sebelumnya ditelpon, mereka minta uang akomodasi seperti tiket pesawat dan perjalanan. Semua dibebankan ke Susi sama Ayu, per orang sekitar 6.000 US Dollar atau sekitar Rp110 juta,” ujar Ahai saat ditemui di Kedai Kopi Pelantar 1, usai lakukan pertemuan bersama perwakilan BP3MI Kepri, Selasa (21/7/2026).

Ia juga meluruskan kabar viral yang beredar mengenai angka tebusan Rp200 juta.

Menurutnya, jumlah total tebusan mencapai lebih dari Rp200 juta karena ditujukan untuk membebaskan dua orang sekaligus, yaitu Susi dan Ayu.

Pihak Ahai sendiri telah membayar tebusan sebesar Rp110 juta khusus untuk membebaskan Susi.

“Sudah 110 juta itu udah kita transfer, makanya mereka bisa keluar dari penyekapan itu,” tambahnya.

Kondisi Korban dan Upaya Pemulangan

Setelah uang tebusan ditransfer, menurut Ahai, kedua korban langsung dibebaskan oleh pihak perekrut.

Saat ini, kondisi Susi dikabarkan sudah relatif aman dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Ahai berharap Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) agar membantu proses kepulangan Susi ke tanah air dapat segera terealisasi.

“Kalau dari keluarga inginnya dia pulang dengan selamat secepatnya. Nanti kalau sudah sampai di Thailand atau KBRI dan butuh tiket pesawat, akan kita belikan karena orang tua Susi sudah tidak ada jadi saya yang harus buat laporan,” tutup Ahai. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *