BATAM KEPRI PEMERINTAHAN

Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah daerah telah mengesahkan UMK Batam 2023 sebesar Rp4,5 juta. Sehingga, sudah dipastikan jadi magnet bagi pekerja luar daerah datang ke kawasan industri itu.

“Persoalannya apakah lapangan kerja di Batam tersedia. Apakah pendatang punya keahlian kerja yang mumpuni. Kalau tidak, pasti jadi beban bagi daerah ini,” kata Pengamat ekonomi Universitas Internasional Batam (UNIBA) Suyono Saputro di Tanjungpinang belum lama ini.

Dia mengutarakan bahwa lulusan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja, terutama angkatan pekerja lokal di Provinsi Kepri.

Dia juga menyebut untuk lulusan Diploma sampai Perguruan Tinggi di daerah tersebut mencapai 20 ribu orang, yang mana tiap tahun jumlahnya terus meningkat.

“Ini jadi tantangan bagi daerah bagaimana membaca statistik dengan mengoptimalkan program-program tepat sasaran,” demikian Suyono.

Ia menggalakkan pembangunan dan UMKM guna mengatasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2022 sebesar 8,23 persen di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurutnya program pembangunan di daerah yang dilakukan secara terarah, terukur dan tepat sasaran dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dalam mengurangi angka pengangguran.

“Pemerintah daerah dapat menggenjot pembangunan melalui investasi,” katanya

Kemudian pemerintah daerah harus menggalakkan sektor wirausaha, misalnya memberdayakan pelaku UMKM. Ini mengingat UMKM terbukti mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan nasional di tengah pandemi COVID-19 melanda Tanah Air selama dua tahun terakhir.

Ia menyarankan agar pengembangan UMKM daerah lebih maksimal, maka koordinasi lintas lembaga/kementerian, BUMN, dan swasta perlu ditingkatkan, karena masing-masing punya program pemberdayaan pelaku UMKM tersendiri, sehingga apabila digabungkan menjadi satu kesatuan tentu akan lebih tepat sasaran.

“Dengan begitu, target pengembangan UMKM jadi lebih maksimal dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat,” ucap Suyono.

Suyono menyampaikan di Provinsi Kepri, angka pengangguran didominasi lulusan SMP dan SMA/SMK yang hampir mencapai 50 ribu orang. Bahkan diprediksi lebih besar, karena kontributor pengangguran di Bumi Segantang Lada itu tak hanya berasal dari dalam daerah, khususnya Kota Batam tapi juga dari luar provinsi lain di Indonesia.

Diploma sampai Perguruan Tinggi di daerah tersebut mencapai 20 ribu orang, yang mana tiap tahun jumlahnya terus meningkat.

“Ini jadi tantangan bagi daerah bagaimana membaca statistik dengan mengoptimalkan program-program tepat sasaran,” pungkas Suyono. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *