KEPOLISIAN KEPRI KRIMINAL PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Belakangan ini uang palsu marak beredar di Kota Tanjungpinang, Kepri.

Pelaku menyebarkan uang palsu di sejumlah warung kelontong, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Menurut seorang pedagang di Jalan Tabib, Indra, pelaku penyebar uang palsu itu diduga merupakan seorang pria. Modusnya datang ke warung dengan niat berbelanja, namun menggunakan uang palsu.

“Kejadian semalam, Selasa (11/2/2025). Pelaku datang belanja minuman seharga Rp10 ribu, lalu membayarnya dengan nominal uang Rp100 ribu,” kata Indra, Rabu (12/2/2025).

Oleh Indra, uang Rp100 ribu tersebut  langsung dimasukan ke dalam laci, lalu menyerahkan uang kembalian menggunakan uang asli sekitar Rp90 ribu.

Indra baru menyadari bahwa uang itu palsu saat saat hendak belanja barang dagangan untuk warungnya.

Ia mendapati bahwa uang Rp100 ribu yang dibelanjakan oleh pelaku memiliki warna yang berbeda dengan uang asli.  Warnanya merah kusam dibanding uang asli.

“Selain itu, logo Bank Indonesia di uang itu juga tidak ada. Ternyata memang palsu, rasanya mau saya sobek saja sekarang,” ujar Indra.

Atas kejadian itu, Indra memang belum membuat laporan ke kantor polisi terdekat, sebab ia belum memiliki bukti yang kuat untuk menggambarkan pelaku pengedar uang palsu tersebut.

Selain itu, pemilik toko fotokopi di Jalan Masjid, Ratna, juga menjadi korban peredaran uang palsu tersebut.

Pengakuan Ratna bahwa pelaku penyebar uang palsu datang menggunakan mobil dan belanja minuman seharga Rp10 ribu, menggunakan uang Rp100 ribu palsu.

Ratna mengaku awalnya  ragu menerima uang tersebut. Namun, ia malah terbuai usai melihat pelaku mengeluarkan uang dalam jumlah banyak dari tasnya.

“Uangnya segepok (banyak). Mungkin dalam tasnya lebih banyak. Saya juga takut, jadi saya terima saja uangnya, dan mengembalikan uang kembalian dengan uang asli,” tegasnya.

Menurutnya, bahwa pelaku memang niat menyebarkan uang palsu di warung-warung kecil. Bahkan, sudah ada beberapa warung lainnya yang juga sudah menjadi korban.

“Informasinya warga tambak juga jadi korban senilai Rp200 ribu. Warung di bawah juga kena Rp100 ribu. Ya, saya harapkan polisi bertindak,” pungkasnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *