Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyampaikan 99 persen pasokan bahan pangan cabai di daerah itu dipasok dari daerah lain, seperti Pulau Jawa dan Medan.
“Hanya satu persen dipasok dari hasil pertanian lokal,” kata Kepala Bidang Pangan DP3 Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, Jumat (20/10/2023).
Yesi menyebut Tanjungpinang bukan merupakan daerah penghasil pertanian khususnya cabai, sehingga sebagian besar kebutuhan masyarakat terpaksa didatangkan dari daerah sentra penghasil pertanian di dalam negeri.
Selain itu, di dalam penyusunan regulasi tata ruang dan tata wilayah (RTRW) Tanjungpinang juga tidak ada mengatur terkait lahan untuk pertanian.
“Hal itu jadi salah satu kendala pengembangan sektor pertanian di Tanjungpinang,” ungkapnya.
Lanjut Yesi menyampaikan hasil pertanian cabai yang hanya sebesar satu persen di daerah itu diproduksi oleh kelompok wanita tani atau KWT binaan DP3 Tanjungpinang yang tersebar di Pulau Dompak hingga Kampung Bugis.
Namun demikian, lahan yang digunakan untuk produksi pertanian itu berstatus pinjam pakai karena bukan lahan pribadi, melainkan milik pihak ketiga.
“Jadi, petani kita tak ada lahan sendiri, tapi meminjam lahan orang lain untuk bercocok tanam cabai,” ungkapnya.
Yesi menambahkan ada puluhan KWT binaan DP3 Tanjungpinang. Masing-masing KWT berjumlah sekitar 20-30 orang.
Mereka diberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian, mulai dari peralatan, pupuk sampai bibit cabai. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

