Vnews.click, Tanjungpinang – Bulog Cabang Kota Tanjungpinang berupaya tetap menjaga suplai minyakita di pasaran di tengah minimnya pasokan minyak goreng medium tersebut.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan saat ini pihaknya masih memiliki stok sekitar 3.600 liter minyakita untuk didistribusikan ke mitra rumah pangan kita (RPK), lalu dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
“Stok yang ada sekarang memang terbatas, diperkirakan hanya mampu bertahan sampai akhir bulan April 2026,” kata Arief, Jumat (24/4/2026).
Arief menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan produsen minyakita di Batam, Pekanbaru hingga Medan, untuk melakukan purchase order (PO) pembelian minyak goreng tersebut.
Namun demikian, katanya, Bulog belum mendapatkan kepastian kapan permintaan minyakita itu bisa dikirim produsen ke Tanjungpinang.
“Terakhir, kita dapat suplai minyakita dari produsen bulan Maret 2026 atau setelah lebaran Idul Fitri, sementara periode April belum ada sama sekali,” ujarnya.
Arief menyampaikan kondisi minimnya pasokan minyakita di pasaran belakangan ini terjadi secara nasional, bukan hanya di Tanjungpinang dan Bintan.
Hal itu, menurut dia, dipicu produsen minyakita tengah fokus mendistribusikan alokasi bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat, di mana tiap-tiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan empat liter minyakita dan 20 kilogram beras untuk penyaluran dua bulan sekaligus.
Selain itu, lanjutnya, faktor geopolitik global turut mempengaruhi produksi minyakita imbas kenaikan harga bahan baku kemasan plastik, termasuk pembatasan ekspor produsen minyakgoreng.
“Biaya operasional produsen minyak goreng meningkat, otomatis ikut mempengaruhi produksi minyakita,” ungkap Arief.

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

