EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Tanjungpinang, Vnews.click (Advertorial) – BPS mencatat produksi padi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2022 mencapai 506,91 ton gabah kering giling (GKG), atau turun sebesar 348,10 ton GKG (40,71 persen) dibandingkan 2021 sebesar 855,01 ton GKG.

“Produksi padi tertinggi pada 2022 terjadi pada bulan Juni, yaitu sebesar 101,79 ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada bulan September, yaitu tidak ada produksi,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Jumat (3/3/2023).

Penurunan produksi padi tahun 2022, katanya, disumbang oleh adanya penurunan luas panen dan produktivitas padi dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penurunan ini terjadi karena adanya peningkatan hama di fase tanam awal tahun yang terjadi di beberapa kabupaten dan sebagian besar petani lebih memilih untuk membiarkan lahan sawah setelah panen.

Apabila dikonversi menjadi beras, menurutnya, produksi padi sebesar 506,91 ton itu setara dengan 290,07 ton beras, atau turun sebesar 199,22 ton dibandingkan 2021.

Lanjut Darwis menjelaskan kabupaten/kota di Kepri yang mengalami penurunan produksi padi yang cukup besar adalah Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal ini terjadi

karena banyaknya lahan sawah padi yang dibiarkan dan tidak diolah kembali karena kelangkaan pupuk yang terjadi di wilayah tersebut yang menyebabkan harga pupuk menjadi tinggi.

Selain itu, di Kabupaten Kepulauan Anambas terjadi kerusakan irigasi dan banyaknya hama di lahan tersebut sehingga membutuhkan biaya untuk mengendalikannya jika memulai kembali tanam juga menjadi penyebab terjadinya penurunan produksi padi.

Sedangkan di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun, petani yang beralih ke subsektor pertanian lainnya dan kurangnya modal dan edukasi petani tentang bercocok tanam padi yang baik juga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi.

“Kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2022 adalah Kabupaten Natuna. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi

padi terendah yaitu Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Darwis mengutarakan pada Januari 2023, produksi padi diperkirakan sebesar 51,67 ton GKG, dan potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2023 mencapai 189,10 ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround Januari hingga April 2023 diperkirakan mencapai 240,77 ton GKG, atau mengalami penurunan 1,01 ton GKG (0,42 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 241,78 ton GKG. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *