DPD RI POLITIK

VNews.click, Yogyakarta – Anggota DPD asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, minta pelajar dan generasi muda aktif dalam menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik.

Permintaan tersebut disampaikan Yashinta saat menggelar Jogja Youth Town Hall, di SMA Negeri 8, dan SMA Negeri 6 Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Menurut Yashinta, Jogja Youth Town Hall, digelar sebagai ruang diskusi sekaligus untuk memperkenalkan lembaga DPD RI kepada generasi muda, sekaligus untuk menyerap aspirasi dan pendapat dari konstituen muda.

“Melalui pendekatan kepada teman-teman muda, saya sadar bahwa generasi muda DIY masih memerlukan pengawasan khusus pada isu kesehatan mental, optimalisasi fasilitas publik, serta perluasan lapangan kerja,” ujar Yashinta.

Yashinta menjelaskan pentingnya partisipasi anak muda dalam proses perumusan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Remaja Indonesia, lanjutnya, perlu memiliki kesadaran terhadap isu-isu politik yang terus mengalami perkembangan secara signifikan di Indonesia.

“Perwakilan anak-anak muda dalam dunia parlemen sangat penting. Fungsinya supaya mampu menjadi jembatan teman-teman untuk dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan. Oleh karena itu, anggota dewan sangat terbuka terhadap aspirasi konstituen pada tingkat apa pun, termasuk siswa sekolah pada lingkup SD sekalipun,” jelasnya.

Yashinta menegaskan, pada hakikatnya politik merupakan ritme kerja kemanusiaan sekaligus sarana untuk melayani masyarakat. Karena itu, ia berusaha menempatkan diri sebagai perpanjangan tangan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat demi mendukung optimalisasi kualitas penduduk di Indonesia.

Sedangkan Puteri Indonesia DIY 2025, Maharani Divaningtyas, yang turut menjadi narasumber, menyoroti pentingnya pengembangan kualitas diri dan perluasan relasi sejak usia muda. Ia berharap generasi muda, khususnya di DIY, dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi digital secara positif untuk membangun jejaring yang berkualitas.

“Mau sepintar dan se-bejo apa pun kalian, jika tidak memiliki networking yang baik maka rasanya sia-sia. Oleh karena itu, aku menekankan kalian untuk mampu menjadi diri sendiri dan bisa mempunyai impact yang baik ke orang lain. Kita tidak pernah tahu doa baik mana yang nantinya akan menolong hidup kita,” ungkapnya.

Narasumber lainnya, Rafa Jafar, Founder E-Waste, turut membagikan pengalamannya dalam pengelolaan sampah elektronik. Ia menyampaikan berbagai tantangan yang pernah dihadapi sekaligus menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam mengelola sampah elektronik yang kerap dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, sehingga yang perlu kita bangun adalah kebiasaan untuk menjadi konsumen yang lebih bijak dan bertanggung jawab. EwasteRJ ingin memastikan bahwa setiap orang punya akses untuk ikut dalam gerakan ini. Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan dropbox EwasteRJ di sekolah-sekolah, sehingga pelajar dan seluruh ekosistem pendidikan memiliki akses yang mudah untuk mengelola sampah elektroniknya secara bertanggung jawab. Harapannya, ke depan setiap sekolah bisa menjadi bagian dari ekosistem ini, karena gerakan e-waste seharusnya bisa diikuti oleh siapa saja.” terangnya.

Menutup sesi diskusi, Yashinta kembali menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan pengembangan kualitas diri.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Untuk menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pintar, namun juga berkompeten untuk melahirkan banyak perubahan baru. Oleh karena itu, untuk menemani proses teman-teman muda, jangan sungkan dan jangan ragu untuk menghubungi anggota dewan agar aspirasi teman-teman tidak hanya jadi pajangan dalam pikiran,” pungkasnya.[Fas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *