Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Selama tiga tahun terakhir, sebanyak 11.838 rumah tangga di Kepri mendapat program pasang baru listrik (BPBL) secara gratis.
Program tersebut digagas oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk mewujudkan “Kepri Terang”, di mana seluruh wilayah Kepri harus mendapatkan penerangan listrik.
“Dari awal kepemimpinan Gubernur Kepri Ansar Ahmad sejak 2021 sampai 2024, sudah 11.838 rumah tangga yang mendapat BPBL secara gratis,” kata Anggota Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri Suyono Saeran, Sabtu (21/9/2024).
Suyono menyebut Pemprov Kepri di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad selama kurang 3,5 tahun itu memang menaruh perhatian serius soal penyediaan pembangkit dan jaringan listrik bagi masyarakat desa, pulau dan wilayah di perbatasan.
Dari total jumlah 11.383 BPBL itu, kata dia,
sebanyak 2.356 BPBL dibiayai melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), lalu 4.931 BPBL dibiayai dari APBN dan 4.551 BPBL yang dibiayai oleh program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang berada di Kepri.
Tidak hanya itu, Ansar Ahmad melalui program “Kepri Terang” juga menjadikan beberapa pulau dan desa yang sebelumnya hanya dialiri listrik kurang dari 11 jam bisa menjadi 24 jam.
Beberapa desa dan pulau tersebut diantaranya Tanjung Kumbik yang sebelumnya hanya 14 jam menjadi 24 jam teraliri listrik PLN. Hal yang sama juga di Desa Mantang, Pulau Pangkil, Pulau Buluh, Pulau Karas, Pulau Dendun dan Pulau Nguan.
“Masyarakat yang tinggal di desa dan pulau-pulau tersebut sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam setelah puluhan tahun mereka hanya mampu menikmati listrik tidak lebih dari 14 jam dalam sehari,” ungkap Suyono.
Ia menyampaikan bahwa Pemprov Kepri terus berkomitmen agar seluruh wilayah Kepri terang benderang, maka itu kolaborasi dengan PT PLN (Persero) dan pihak swasta terus ditingkatkan agar sampai akhir tahun 2025 hampir seluruh pulau di Kepri yang berpenghuni bisa teraliri listrik PLN.
Lanjutnya menyampaikan program Kepri Terang yang digagas oleh Gubernur Ansar untuk melakukan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik yang berbasis desa dan pulau, mampu menaikkan angka elektrifikasi di Kepri.
Sampai akhir tahun 2021 rasio elektrifikasi Kepulauan Riau baru mencapai 94,5 persen.
Dengan program Kepri Terang angka rasio elektrifikasi Kepri mengalami kenaikan signifikan.
“Hal ini terbukti sampai akhir tahun 2023 rasio elektrifikasi Kepri mencapai 97,99 persen,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

