Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa'adah. Foto: dokumen Biro Pemberitaan Parlemen.
DPR RI EKONOMI POLITIK

VNews.click, Salatiga – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah menilai sektor peternakan sapi perah di Salatiga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri yang bernilai tambah tinggi.

Hal itu dikatakan Rina Sa’adah saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI, ke Koperasi Ngudi Luhur, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), membahas akses permodalan dan hilirisasi produk menjadi fokus pembahasan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

Rina Sa’adah, mengatakan salah satu hambatan utama bagi peternak rakyat saat ini adalah minimnya penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor peternakan susu. Ia mendesak pemerintah dan mitra terkait untuk memberikan pengawalan khusus agar akses modal bagi UMKM peternak semakin mudah.

“Untuk UMKM, KUR itu masih sangat minim terserap oleh para peternak susu. Ini harus dikawal juga oleh pemerintah melalui kementerian terkait supaya masyarakat peternak bisa mempermudah akses permodalan,” kata Rina.

Lebih lanjut, Rina melihat Salatiga sebagai kota peternakan yang strategis karena posisinya yang dekat dengan pusat ekonomi seperti Semarang dan Solo. Ia mendorong adanya diversifikasi produk susu agar peternak mendapatkan keuntungan lebih besar.

“Peternakan yang masif di sini bisa dijadikan sebagai produk-produk yang mengandung nilai tambah tinggi, misalnya dijadikan yogurt atau apa pun yang mempunyai nilai tambah. Masih banyak yang bisa dikembangkan dari kota Salatiga ini,” jelasnya.

Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat X itu menekankan bahwa dukungan pemerintah pusat maupun daerah sangat krusial untuk menyambungkan peternak dengan akses pasar yang lebih luas.

“Kita harus hadir, dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat harus ada untuk mendukung ekosistem ini, baik permodalannya maupun akses pasarnya kita sambungkan, supaya para peternak kita juga sejahtera,” pungkas Rina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *