Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 5.300 warga Provinsi Kepri bekerja secara ilegal di negara Kamboja sebagai scammer dan operator judi online.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, Jumat (29/8/2025).
Ia menyampaikan ribuan warga tersebut rata-rata direkrut oleh sindikat internasional, melalui iklan media sosial dengan tawaran bekerja di perusahaan resmi dan mendapatkan gaji besar.
“Mereka memang diberangkatkan secara gratis menuju Kamboja, namun realitanya sampai di sana, ternyata dipekerjakan sebagai scammer dan operator judi online dengan gaji rendah,” kata Kombes Imam.
Menurut Imam ribuan warga Kepri itu menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), mengingat Kamboja bukan negara penempatan resmi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Para korban tersebut berangkat ke Kamboja menggunakan visa wisata melalui jalur pelabuhan resmi.
Bahkan dari kesaksian sejumlah korban TPPO yang sudah pulang ke tanah air, mereka mulanya berangkat dari Kepri menuju Thailand, lalu dijemput agen pekerja ilegal dan dimasukkan ke dalam mobil gelap untuk dibawa ke Kamboja melalui jalur darat.
Banyak dari korban yang memberontak setelah sampai Kamboja, karena kondisi di sana kontradiktif dengan apa yang dijanjikan pada saat proses perekrutan kerja.
Lebih parahnya lagi setelah sampai di sana, korban tak bisa kembali ke tanah air semaunya, mereka harus membayar uang pengganti yang dikeluarkan perekrut sekitar Rp40 juta per orang, baru kemudian boleh pulang ke negara/daerah asal.
“Bahkan, ada korban yang sampai rela menjual organ tubuhnya untuk menebus uang pengganti ketika keluarga di Indonesia tak mampu melunasinya,” ungkap Imam.
Pihaknya turut mengimbau warga terutama anak-anak muda tidak tergiur tawaran gaji besar bekerja secara ilegal di luar negeri, seperti Kamboja.
“Kami siap membantu warga yang ingin bekerja ke luar negeri secara legal atau sah,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

