Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana membangun jembatan layang atau flyover di perempatan lampu merah simpang Kota Piring, Kilometer 7, Tanjungpinang.
Pembangunan flyover tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah itu.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan rencana pembangunan flyover ini akan diawali dengan pembebasan lahan oleh Pemko Tanjungpinang.
“Rencana pembebasan lahan dan pembangunan flyover dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang,” kata Gubernur Ansar belum lama ini.
Menurut Ansar biaya pembebasan lahan dan pembangunan flyover tersebut diperkirakan mencapai Rp100 hingga Rp120 miliar.
“Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang akan berkolaborasi terkait pembebasan lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan bahwa anggaran pembebasan lahan itu sebenarnya sudah dianggarkan, namun terkendala pandemi COVID-19 selama dua tahun.
“Kemungkinan, akan dianggarkan kembali pada APBD Perubahan Kota Tanjungpinang 2024,” ujarnya.
Zulhidayat menyampaikan rencananya flyover ini akan dibangun mulai dari depan pos polisi tepat dekat perempatan lampu merah Melayu Kota Piring hingga ke kantor Camat Tanjungpinang Timur.
“Kehadiran flyover Melayu Kota Piring sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

