BATAM BINTAN KARIMUN KEPRI LINGGA PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Bulog Cabang Tanjungpinang mendapatkan penugasan kembali untuk menyalurkan beras SPHP dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, setelah sempat dihentikan sementara dalam beberapa bulan terakhir.

“Mulai Sabtu (12/7/2025), khusus Bulog Tanjungpinang sudah mulai menyalurkan beras SPHP, melalui gerakan pangan murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (14/7/2025).

Hanya saja, menurut Arief, regulasi penyaluran beras SPHP ke depan makin diperketat berdasarkan instruksi Bapanas RI agar lebih tepat sasaran. 

Arief menjelaskan dengan regulasi yang baru, Bulog ditugaskan menyalurkan beras SPHP melalui tiga saluran, pertama lewat mitra pasar atau rumah pangan kita (RPK) yang berjualan di area pasar rakyat, seperti Pasar Bintan Center dan Pasar Baru Tanjungpinang, yang disertai dengan hasil verifikasi bersama dinas terkait.

Pedagang eceren yang dinyatakan berjualan di lokasi pasar rakyat berdasarkan hasil verifikasi itulah, yang diperkenankan memperoleh lalu menjual beras SPHP Bulog.

“Kalau dulu ada RPK boleh jualan beras SPHP di dekat pemukiman warga, sekarang tak boleh lagi, harus jadi mitra pasar dan memenuhi syarat,” ujarnya.

Kedua, lanjut Arief, Bulog menyalurkan beras SPHP melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, selanjutnya koperasi menjualnya kepada masyarakat di desa/kelurahan masing-masing sesuai harga eceran tertinggi. Regulasi ini bertujuan memperpendek mata rantai penyaluran beras medium Bulog kepada masyarakat, sekaligus menghidupi koperasi lewat margin keuntungan dari penjualan beras tersebut.

“Per koperasi dapat jatah kuota 2 ton beras SPHP per minggu. Dalam waktu dekat sudah berjalan,” ungkapnya.

Saluran ketiga, Bulog menyalurkan beras SPHP berdasarkan permintaan pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, misalnya untuk kebutuhan operasi pasar murah atau mengisi kios-kios yang mereka kelola.

Selain itu, Arief menambahkan penyaluran beras SPHP juga menggunakan sistem aplikasi klik SPHP guna mencegah terjadinya penyelewengan. Proses droping beras dari gudang Bulog sampai disalurkan kepada masyarakat/pembeli, terekam dan mudah diawasi melalui aplikasi tersebut.

“Pembeli pun wajib difoto dan diunggah dalam aplikasi, sehingga apabila di kemudian hari ada pemeriksaan, ada bukti autentik bahwa pembelian itu ada dokumentasinya,” ujar Arief.

Arief turut memaparkan kondisi stok beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang masih tersedia sekitar 2.500 ton dan cukup untuk kebutuhan lima sampai enam bulan ke depan.

Harga beras SPHP pun masih stabil, yaitu sebesar Rp11.300 per kilogram (harga gudang), sedangkan HET di lapangan Rp13.100 per kilogram. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *