KEPRI PEMERINTAHAN PENDIDIKAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Sebanyak 40 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Non ASN tingkat SMA dan SMK, diduga menjadi korban penipuan oleh oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.

Pasalnya, salah seorang korban, Putra (nama samaran) menyebut, dirinya bersama puluhan PTK Non ASN lain diminta sejumlah uang untuk masuk pada penerimaan PTK Non ASN periode bulan Juli 2024.

Dia mengatakan, setiap calon PTK Non ASN yang masuk pada bulan Juli 2024, dimintai uang dengan jumlah berbeda, dari Rp10 juta hingga Rp20 juta.

“Saya sendiri diminta Rp15 juta, kawan tu satu sekolah diminta Rp10 juta, ada yang diminta Rp20juta,” jelasnya.

Uang ini diminta oleh 3 orang P3K yang dulunya juga sesama honorer di Disdik Kepri, berinisial RK, DT dan I.

“Kami diminta sejumlah uang untuk masuk sebagai PTK Non ASN tahun 2024. Tapi diawal tahun tak taunya kami dirumahkan,” kata dia.

Ia menyebut, sudah berkali-kali meminta kepada ketiganya untuk segera mengembalikan uang yang sudah disetorkan, karena tidak sesuai janji.

Selain itu, RK juga meminta uang gaji kepada PTK Non ASN periode itu untuk disetorkan sebagai ucapan terimakasih karena telah memasukan sejumlah orang menjadi PTK Non ASN.

“Jadi kami harusnya masuk bulan Juli, tapi kami masuk akhir agustus tanggal 28. Lalu Gaji kami dari bulan juli sampai agustus, diminta. Kami harus mengirim semua gaji kami ke RK ini melalui bank atas nama orang lain,” ucapnya.

Ia menambahkan, korban bukan hanya dirinya, namun ada kurang lebih 40 orang lain yang sudah menyetorkan sejumlah uang kepada ketiga orang Disdik Kepri itu.

“Kami merasa ditipu karena dijanjikan akan bekerja sebagai TU di sekolah. Tapi per bulan Maret 2025, kami kerja tanpa digaji dan bulan mei kami dirumahkan,” tutupnya.

Sementara itu, Kadisdik Kepri, Andi Agung tidak mengetahui informasi adanya honorer yang baru dilantik P3K menjadi calo PTK Non ASN Lingkungan Disdik Kepri.

Saat disinggung salah seorang yang diduga sebagai otak calo berinisal RK, Andi menyebut belum pernah mendengar nama yang bersangkutan.

“Saya belum tahu nama itu. Saya akan segera cek siapa dia dan di bagian apa,” ujar Andi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *