Tanjungpinang (Vnews.click) – Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga diperlukan pemantauan yang optimal untuk mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang.
Peran kader posyandu sangat penting sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan di tingkat komunitas.
Oleh karena itu, Poltekkes Kemenkes Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan memberdayakan kader posyandu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemantauan serta stimulasi tumbuh kembang balita melalui pemanfaatan aplikasi e-Posyandu Kesehatan (ePoK) di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang pada tahun 2025.
“Sasaran dalam kegiatan ini yaitu kader posyandu di Kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang yang berjumlah 30 orang,” kata Dosen Program Studi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang sekaligus Ketua Tim Dosen, Melly Damayanti, Rabu (31/12/2025).
Melly menyebut metode yang digunakan dalam kegiatan ini di antaranya persiapan, penyuluhan, praktik pemantauan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balitai, monitoring dan pendampingan serta evaluasi.
Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pemantauan dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita.
“Sebesar 90% kader memiliki pengetahuan yang tinggi dan 86.7% kader memiliki keterampilan yang baik. Setiap balita yang datang ke posyandu telah dipantau dan distimulasi oleh kader,” ungkapnya.
Menurutnya pemberdayaan kader posyandu melalui pemanfaatan aplikasi ePoK terbukti efektif dalam mengoptimalkan pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang balita.
Keberlanjutan program dengan dukungan fasilitas kesehatan dan pemerintah setempat penting untuk memperkuat upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang di masyarakat.

Penggunaan Aplikasi ePok
Masa balita sering disebut golden age, merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, yaitu pertumbuhaan fisik, perkembangan psikomotorik, mental dan sosial.
Pada usia ini, anak akan semakin berkembang dalam berpikir, berbicara, panca indra dan kemampuan motorik.
Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak selama berada di masa golden age. Proses tumbuh kembang yang baik pada masa anak-anak memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup di masa dewasa.
“Usia balita merupakan usia yang rentan untuk mengalami masalah kesehatan. Deteksi dini sangat penting untuk mendeteksi adanya penyimpangan pada pertumbuhan, penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional pada anak,” ujar Melly.
Lanjutnya menyampaikan berbagai penelitian yang telah dilakukan, membuktikan bahwa penggunaan aplikasi dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita dapat membantu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan daam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.
Aplikasi e-Posyandu Kesehatan (ePoK) telah dirancang dengan menerapkan sistem 5 meja. Dalam aplikasi ini disediakan beberapa fitur yang dapat memberikan informasi kesehatan bagi ibu balita, chat room, serta fitur reminder jadwal imunisasi, vitamin A dan obat cacing.
Pada aplikasi ini tersedia fitur untuk membantu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan juga pemantauan perkembangan dengan meggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).
Penggunaan Aplikasi ePoK diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga dapat dilakukan deteksi dini gangguan pada balita (Damayanti & Aini Suria Saputri, 2023).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sebesar 92,75% responden sangat puas dan 7,25% responden puas terhadap Aplikasi ePoK ini.
“Selain itu, dengan menggunakan aplikasi ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita,” papar Melly lagi.
Ia menambahkan beberapa kegiatan pengabmas juga telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita dengan memanfaatkan Aplikasi ePoK.

Kampung Bugis
Kelurahan Kampung Bugis merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Tanjungpinang Kota. Pada daerah ini masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai.
Wilayah kelurahan ini mash tergolong jauh dari pusat kota, sehingga puskesmas di daerah ini diresmikan menjadi salah satu dari dua puskesmas PONED yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan layanan Kesehatan kepada Masyarakat setempat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang tahun 2021, pada Kelurahan Kampung Bugis terdapat balita dengan status gizi kurang sebesar 2,8%, balita stunting/pendek 1,8% dan balita kurus 0,1%.
Sekitar 68,2% balita yang melakukan penimbangan secara rutin di fasilitas kesehatan setempat, sehingga deteksi dini dan stimulasi menjadi tidak maksimal.
“Kegiatan yang saat ini telah berjalan belum terlaksana secara optimal, sehingga perlu dilakukan kegiatan yang lebih komprehensif,” pungkas Melly. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

