KEPRI KRIMINAL SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Polresta Tanjungpinang tengah menelusuri peredaran uang kertas palsu setelah menerima laporan dari warga daerah setempat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perbankan terkait keberadaan uang palsu di Tanjungpinang,” kata Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi, Senin (17/2/2025).

Kapolresta juga menyampaikan jajarannya telah mengamankan barang bukti uang palsu dengan nominal Rp1 juta, dalam bentuk pecahan Rp100 ribu atau sebanyak sepuluh lembar yang diedarkan di warung-warung kelontong.

Ia pun memastikan uang yang diamankan itu memang palsu atau tidak asli, karena tak ada tertera logo Bank Indonesia (BI).

“Jajaran kami mulai memburu pelaku pengedar uang palsu tersebut,” kata dia.

Dari dugaan sementara, kata Kapolresta, peredaran uang palsu tersebut dilakukan oleh sindikat yang terorganisir. Modus yang digunakan terduga pelaku adalah membelanjakan uang palsu di warung-warung kecil.

Bahkan aksi terduga pelaku pengedar uang palsu itupun terekam CCTv, sehingga identitas wajahnya sudah dikantongi oleh kepolisian.

“Kamj telah mendapatkan rekaman gambar CCTv yang diduga merupakan pelaku pengedar uang palsu,” katanya menegaskan.

Salah seorang pedagang warung kelontong di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota Indra belum lama ini menjadi korban peredaran uang palsu.

Awalnya, kata dia, ada seorang pria datang berbelanja minuman seharga Rp10 ribu di warungnya dengan membayar uang senilai Rp100 ribu.

“Uang itu saya letakkan ke dalam lemari tanpa diteliti terlebih dulu, sedangkan sisa belanja sebesar Rp90 ribu dikembalikan kepada pria tersebut,” ungkap Indra.

Beberapa jam kemudian, Indra mengambil uang Rp100 ribu untuk keperluan belanja kebutuhan barang-barang di warungnya.

Saat itu, ia merasa curiga ada yang berbeda dengan keaslian uang Rp100 ribu tersebut, di antaranya memiliki warna merah kusam dibanding warna uang aslinya.

“Selain itu, tak ada logo Bank Indonesia di uang itu. Saya baru sadar ternyata uang itu palsu,” ucap Indra. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *