Vnews.click, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Kepri pada triwulan II-2026 secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 6,99 persen, atau tumbuh melambat dibanding triwulan II-2025 sebesar 7,14 persen.
Plt Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II didorong oleh kategori industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 2,55 persen.
Industri pengolahan ini sebagian besar terpusat di Kota Batam, lalu sebagian lainnya di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.
Sedangkan dari sisi pengeluaran, motor pertumbuhan ekonomi Kepri didorong oleh aktivitas investasi yang tumbuh sebesar 24,08 persen, dengan andil pertumbuhan 10,2 persen.
“Perekonomian Kepri triwulan II-2026 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp104,81 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp59,07 triliun,” ujarnya.
Margaretha melanjutkan pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II (y-on-y), berada di peringkat ketiga tertinggi nasional setelah Nusa Tenggara Barat di peringkat kedua dan Maluku Utara di peringkat pertama yang tumbuh sebesar 15,35 persen.
Sementara untuk wilayah Pulau Sumatera, perekonomian Kepri (y-on-y) jadi yang tertinggi pertama diikuti Lampung di posisi kedua tumbuh sebesar 5,29 persen, lalu Sumatera Selatan di posisi ketiga tumbuh sebesar 5,20 persen.
“PDRD Kepri berkontribusi sebesar 7,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera,” tutup Kepala BPS Kepri. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

