Tanjungpinang (Vnews.click), (Advetorial) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi di daerah itu berada pada urutan terbaik ke-4 secara nasional serta terbaik se-Sumatera.
“Semua yang telah kita capai merupakan hasil kerja keras bersama, baik TNI, Pollri, Instansi Vertikal, termasuk BI. Kita harus tingkatkan apa-apa yang sudah dijalankan dengan baik dan kita inventarisir hal-hal yang jalannya masih tergolong lambat,” kata Ansar dalam memimpin rapat koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Keprindi ruang rapat Lt 2 Kantor Bupati Natuna, Rabu (16/8/2023).
Dalam kesempatan ini, Ansar juga menekankan agar apa-apa yang menjadi penyebab inflasi di Kepri bisa dikontrol terus. Seperti ketersediaan cabai, telur dan sebagainya.
Ia juga menyorotu Income per kapita dan pengendalian inflasi harus berjalan seimbang. Percuma jika income per kapita bagus, tapi inflasi masih tinggi.
“Menurut saya, apa yang sudah dilakukan BI dengan memelopori masyarakat memasak menggunakan cabai kering itu sebuah tindakan yang luar biasa dalam upaya pengendalian inflasi di daerah,” terang Ansar lagi.
“Termasuk pera BI yang dengan gencar mendukung program digitalisasi di daerah,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, seluruh peserta Rakor mendengarkan laporan yang disampaikan oleh kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Darwis Sitorus terkait pertumbuhan ekonomi Kepri, di mana secara makro pertumbuhan ekonomi Kepri masih dalam koridor yang baik dalam pertumbuhannya, meski ada dalam beberapa hal menuruun.
“Berdasrkan indikator makro, Kepri memberikan angka terbaik secara nasional berada dibawah DKI Jakarta. Bahkan di Sumatera tertinggi,” kata Darwis.
Hal Senada juga disampaikan oleh Kepala BI Kepri Suryono yang mengklaim kinerja Pemprov Kepri bersama Forkopimda dan BI perwakilan Kepri sangat baik.
Inflasi di Kepri pada bulan Juli ini terendah secara Nasional dan hal ini berlangsung selama 3 bulan berturut-turut yakni Mei, Juni dan Juli.
“Kepri pertumbuhan ekonominya tinggi, tapi inflasinya rendah. Ini sangat luar biasa dan ini tidak ada teorinya. Mungkin ini karena teori shalawat busyro yang selalu dikumandangkan oleh Gubernur,” ujar Suryono di tengah rapat. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

