KEPRI KESEHATAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Hakka Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali melakukan perpanjangan Mou atau kerjasama dengan Mahkota Medical Centre, Regency Specialist Hospital dan Regency Medical Care Centre Malaysia, yang berlangsung di Balai Adat Seri Indra Sakti LAM Kepri, Minggu malam (28/9/2025).

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Ketua Hakka Provinsi Kepri, Bobby Jayanto disaksikan Ketua Pemasaran Internasional Indonesia dari HMI Medical Malaysia, Quek Choon Yen Indonesia Quek Choon Yen, Ketua LAM Kepri, Ketua Tionghoa Muda Indonesia Cabang Tanjungpinang, dan Asuransi General Tanjungpinang.

Ketua Hakka Provinsi Kepri, Bobby Jayanto mengatakan MoU ini merupakan perpanjangan MoU sebelumnya, karena sudah berlangsung selama 10 tahun.

“Hakka Kepri sudah lama menjalin kerjasama dengan rumah sakit yang ada di Malaysia,” kata Bobby Jayanto.

Ia menyebut dengan adanya kerjasama ini, banyak masyarakat merasa terbantu karena mendapatkan discount harga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berobat di rumah sakit yang ada Negeri Jiran tersebut.

“Ini gunanya MoU ini, namun tentunya kita tidak mengharapkan banyaknya orang berobat ke sana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bobby berharap masyarakat Tanjungpinang senantiasa dalam kondisi sehat, namun apabila ingin berobat karena ada masalah kesehatan, maka Hakka Kepri siap membantu untuk memfasilitasi pengobatan ke Malaysia.

Dia menyebut fasilitas kesehatan di rumah sakit di negara tetangga itu cukup memadai termasuk tenaga kesehatan semua dokter spesialis yang ahli di bidangnya.

“Inilah kita akan coba memfasilitasi supaya masyarakat yang ingin berobat bisa terbantu,” ujarnya.

Meski demikian, Anggota DPRD Kepri itu berharap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan memiliki fasilitas sarana kesehatan termasuk tenaga kesehatan, karena bisa membantu memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Menurutnya tercatat ada 5.000 masyarakat Tanjungpinang yang berobat ke Malaysia setia bulannya.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Kepri dapat meningkatkan pelayanan dan segala fasilitas dan sarana, sehingga bisa membantu bagi masyarakat yang mungkin ekonominya belum mampu berobat Malaysia,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Pemasaran Internasional Indonesia dari HMI Medical Malaysia, Quek Choon Yen, mengatakan, MoU yang diadakan khususnya untuk LAM Kepri baru pertama kali diadakan, sementara organisasi lain bersifat diperpanjang.

Menurutnya kerjasama ini untuk meringankan beban biaya bagi pasien dari Indonesia yang berobat ke Mahkota Medical Centre, Regency Specialist Hospital dan Regency Medical Care Centre Malaysia.

“Ini sebenarnya harapan kami adalah meringankan beban dari pasien luar negeri, khususnya untuk Indonesia,” Katanya.

Dia mengatakan, discount yang diberikan sebesar 10 persen tidak hanya untuk berobat di rumah sakit, namun juga diberikan discount untuk biaya penginapan, rumah makan dan mitra-mitra yang bekerjasama dengannya mendapatkan potongan khusus dengan pasien.

“Kalau untuk kerjasama ini, paket eksekutif standar mendapatkan discount 10 persen potongan untuk paket primier, kalau ada rawat inap diberikan 5 persen itu untuk rumah sakit,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *