Tanjungpinang (Vnews.click) – Bulog Cabang Tanjungpinang, menyatakam permintaan beras SPHP atau beras medium di Pulau Bintan tahun 2025 cenderung menurun, dari yang biasanya 400-500 ton per bulan, menjadi 100 ton per bulan.
Penurunan ini dipicu kebijakan Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI yang sempat menghentikan sementara penyaluran beras SPHP pada awal Ferbuari 2026.
Di sela penghentian penyaluran beras SPHP, muncul merek beras kemasan yang dijual perusahaan lokal di Kepri dengan harga lebih murah atau di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Branding beras murah itu saat ini sudah terlanjur melekat di masyarakat, sehingga permintaan beras SPHP menurun, makanya kita gencarkan lagi pendistribusiannya melalui berbagai saluran penjualan resmi,” kata Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (20/10/2025).
Oleh karena itu, Bulog Tanjungpinang kini memperbanyak saluran pendistribusian beras SPHP agar penyerapannya bisa maksimal hingga akhir tahun 2025, mulai dari pengecer di pasar, rumah pangan kita (RPK), gerakan pangan murah (GPM), termasuk melalui kelembagaan, seperti TNI dan Polri.
Arief mengatakan kebijakan itu sebagai upaya mengejar target serapan beras SPHP atau beras medium sebanyak 1.000 ton sampai Desember 2025.
“Sementera, jumlah beras SPHP yang telah disalurkan sepanjang Januari hingga September 2025, mencapai 500 ton,” ungkap Arief.
Arief menyebutkan saat ini total masih ada 2.600 ton beras SPHP di gudang Bulog Tanjungpinang dan mampu memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun 2025. Pihaknya tak ada melakukan penambahan beras SPHP. Harga eceran tertinggi beras SPHP kemasan lima kilogram Rp57.000.
Selain itu, stok minyak goreng “Minyakita” masih tersisa sekitar 20.000 liter. Sepanjang Maret-Oktober 2025, total ada 50.000 liter Minyakita yang jual Bulog Tanjungpinang. Harga eceran tertinggi Minyakita Rp15.700 per liter.
“Kalau serapan minyak goreng sejauh ini tak ada kendala, karena harganya masih bisa bersaing di pasaran,” pungkas Arief. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

