BINTAN KEPRI SOSIAL

Vnews.click, Tanjungpinang – Kodim 0315/Tanjungpinang membangun infrastruktur Jembatan Armco di dua desa di Bintan, yakni Desa Toapaya Selatan dan Desa Toapaya Utara.

Komandan Kodim (Dandim) 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid di Bintan, mengatakan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah melalui TNI AD dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan infrastruktur desa yang berkelanjutan.

Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat, terutama saat musim hujan dan banjir.

“Jembatan Armco ini sangat penting, karena selama ini masyarakat desa di Bintan kerap mengalami kendala mobilitas, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial,” ungkap Dandim, Jumat (8/5/2026).

Kolonel Abdul Hamid menambahkan hingga saat ini pembangunan Jembatan Armco telah direalisasikan di lima titik yang tersebar di Desa Toapaya Selatan dan Desa Toapaya Utara.

Kelima titik pembangunan jembatan tersebut berada di Sungai Mentrus Desa Toapaya Selatan, Sungai Kongsi Desa Toapaya Selatan, Sungai Bangun Rejo Desa Toapaya Utara, Sungai Kangboi Dalam Desa Toapaya Utara, dan Sungai Lome Desa Toapaya Utara.

“Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga akan memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian, pendidikan, serta perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dandim turut memaparkan bahwa Jembatan Armco merupakan sebutan bagi jembatan yang dibangun menggunakan gorong-gorong tipe Armco, yakni sebuah struktur berbentuk pipa yang dibuat dari lembaran baja galvanis.

Lembaran baja ini dibentuk melalui proses cold-forming untuk menciptakan serangkaian alur atau gelombang (korugasi) yang paralel.

Proses inilah yang memberikan kekuatan luar biasa pada struktur tersebut sehingga dapat digunakan sebagai material dalam pembangunan jembatan.

Untuk struktur jembatan akan dilengkapi tiga lubang olo atau plat konstruksi utama sebagai penopang, yang dirancang guna mendukung mobilitas kendaraan masyarakat serta distribusi hasil perkebunan dan pertanian secara optimal. (Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *