Vnews.click, Tanjungpinang – BPS mencatat perekonomian Provinsi Kepri tahun 2025 tumbuh sebesar 6,94 persen, dengan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp224,51 triliun, naik dibanding 2024 sebesar Rp209,94 triliun.
Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan pertumbuhan tersebut naik jika dibandingkan kondisi perekonomian tahun 2024 yang tumbuh sebesar 5,02 persen.
“Kepri peringkat ketiga pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional pada 2025, setelah Maluku Utara di posisi pertama dan Sulawesi Tengah di posisi kedua,” kata Toto, Kamis (5/2/2026).
Toto menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang 2025 ditopang oleh beberapa situasi, antara lain kunjungan wistawan mancanegara dan wisatawan nusantara meningkat, masing-masing 22,75 persen dan 12,15 persen dibanding 2024.
Total pengeluaran wisatawan di Kepri tahun lalu mencapai Rp22 triliun.
Kemudian, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kepri 2025 juga naik dibanding 2024, masing-masing sebesar 16,62 persen dan 112,04 persen.
“Termasuk peningkatan aktivitas konstruksi, produksi minyak bumi dan gas alam, serta peningkatan aktivitas transportasi dan perdagangan luar negeri (ekspor) selama 2025,” ungkapnya.
Sementara, khusus perekonomian Kepri triwulan IV/2025 mampu tumbuh sebesar 7,89 persen jika dibandingkan triwulan IV/2024 (y on y) yang tumbuh sebesar 5,14 persen.
Secara y on y, pertumbuhan ekonomi Kepri merupakan yang tertinggi pertama se-Pulau Sumatera. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

