EKONOMI KEPRI TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri memprediksi pergerakan pemudik pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di daerah itu mencapai 900 ribu orang atau naik 5 persen dibanding tahun lalu sekitar 857 ribu orang.

Sementara, angka perkiraan pergerakan pemudik secara nasional menurut Kementerian Perhubungan RI, justru mengalami penurunan sebesar 1,75 persen dibanding tahun lalu, yaitu dari 154 juta orang menjadi 143 juta orang.

“Secara nasional turun, tapi di Kepri jumlah pemudik diprediksi naik, yang di antaranya dipicu faktor ekonomi dan keinginan kuat bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman,” kata Kepala Dishub Kepri, Junaidi, Selasa (17/3/2026).

Junaidi menyebut pemudik di Kepri didominasi menggunakan transportasi laut antarpulau maupun lintas provinsi, dan sebagian lainnya melalui transportasi darat maupun udara.

Ia memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri di Kepri dimulai tanggal 17 sampai 19 Maret 2026. Pemerintah Provinsi Kepri dan seluruh stakehokder telah melaksanakan pemantauan dan pengendalian angkutan mudik sejak tanggal 13 sampai 30 Maret 2026. 

Junaidi pun memastikan kelaikan seluruh tranportasi darat, laut dan udara, karena telah melewati tahapan ramcheck.

“Kami juga meprioritaskan pengangkutan kebutuhan sembako, alat kesehatan, bantuan bencana alam dan ambulance orang sakit menggunakan transportasi laut,” ungkapnya.

Junaidi memaparkan kesiapan sarana dan prarsarana transportasi di Kepri. Untuk transportasi darat sebanyak 70 bus rute Tanjungpinang, Bintan, Lingga dan Natuna.

Lalu, ada 6 kapal Pelni rute antarpulau di Kepri hingga lintas provinsi. Berikutnya, 335 kapal cepat meliputi Batam 145 kapal, kemudian Tanjungpinang 40 kapal, Karimun 134 kapal dan Tanjung Uban 16 kapal.

Selanjutnya, ada 19 kapal motor penyeberangan atau RoRo dan 52 transportasi udara tujuan berbagai daerah di Indonesia. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *