Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau (DJPb Kepri) Indra Soeparjanto menyampaikan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro (UMi) di Kepri hingga 30 November 2022 sebesar Rp2,1 triliun.
Menurutnya Kepri mendapatkan peringkat 27 dari 34 Provinsi se-Indonesia untuk total penyaluran KUR.
“Penyaluran KUR masih didominasi oleh KUR skema kecil yang mencapai Rp1,06 triliun,” katanya di Tanjungpinang, Sabtu (17/12/2022).
Sedangkan menurut kabuoaten/kota, kata dia, penyaluran KUR dan UMi tertinggi di Kota Batam dengan total Rp1,08 triliun dan penyaluran terendah ada di Kabupaten Natuna dengan total penyaluran Rp63,48 miliar.
Selain itu, ia juga menyampaikan dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah terus menjalankan Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
Adapun pelaksanaan program PEN di Kepri per 25 November 2022 mencapai Rp805,43 miliar. Program tersebut terbagi atas tiga klaster utama yaitu, klaster Kesehatan dengan klaim pasien sebesar Rp215,93 miliar pada 31 rumah sakit (6,267 pasien) serta insentif tenaga kesehatan sebesar Rp22,24 miliar pada 57 faskes (4.481 pasien)
Kemudian klaster perlindungan Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp104,02 miliar yang diperuntukkan bagi 137.111 KPM, program sembako sebesar Rp116,32 miliar untuk 322.572 KPM, program BLT minyak goreng sebesar Rp19,90 miliar untuk 198.978 KPM, Program BLT BBM sebesar Rp24,16 miliar untuk 161.066 KPM, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp107,19 miliar.
Selanjutnya, klaster program prioritas yang terdiri dari program Padat Karya Tunai (PKT) PUPR dengan realisasi Rp101,56 miliar (4.453 orang), Program Ketahanan Pangan PUPR dengan realisasi Rp8,27 Miliar, dan Program Infrastruktur Konektivitas PUPR dengan realisasi Rp85,84 Miliar.
Lanjutnya menyampaikan perkembangan ekonomi regional Kepri pada Triwulan III 2022 telah mengalami ekspansi ekonomi pada angka 6,03 persen (yoy). Angka pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera 4,71 persen (yoy), dan bahkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen (yoy).
Pertumbuhan ekonomi tersebut disumbang oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 42,52 persen yang berkontribusi sebesar 1,85% pada pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2022.
Selanjutnya, pada bulan November 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kepri (Kota Batam dan Kota Tanjungpinang) menunjukkan deflasi sebesar 0,2 persen (mtm).
Seiring dengan selesainya Tahun Anggaran 2022, lanjut Indra, capaian fiskal di Kepri telah menunjukkan kinerja yang positif dan bahkan relatif meningkat dengan angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi regional Sumatera dan Nasional. Namun demikian, pemerintah akan tetap waspada dan berkomitmen dalam menjaga perkembangan berbagai risiko, mengoptimalkan peran APBN untuk menjaga momentum pemulihan, dan juga memperkuat koordinasi global.
“APBN harus menjadi shock absorber atas berbagai gejolak dan tekanan global. Melalui capaian kinerja APBN yang positif, kita perlu bersama mengoptimalkan peran APBN untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi serta memperkuat koordinasi global yang dapat mendorong perekonomian di Kepri,” demikian Indra. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

