EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE Videos

Tanjungpinang (Vnews.click) – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyampaikan efisiensi APBD berdampak pada sejumlah sektor ekonomi, karena belanja pemerintah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Selama ini, Kepri masih bergantung dengan belanja pemerintah sebagai salah satu indikator utama penunjang ekonomi,” kata Gubernur Ansar, Selasa (11/2/2025).

Ansar mencontohkan efisiensi anggaran perjalanan dinas ASN yang sebesar 50 persen berdampak pada penurunan aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Belakangan, kata dia, maskapai Garuda dan Citilink di Bandara RHF terpaksa mengurangi jam terbang tujuan Jakarta, dari yang tadinya beroperasi setiap hari kini menjadi tiga kali dalam seminggu.

Menurutnya selama ini hampir 30 persen penumpang pesawat di Bandara RHF berasal dari kalangan DPRD, ASN, TNI, Polri hingga pegawai kementerian yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota/provinsi.

“Makanya, kalau boleh kami usulkan ke pusat agar ada kajian khusus terkait efisiensi biaya perjalanan dinas, khususnya di wilayah Kepri,” ujar Ansar.

Lanjutnya menyampaikan bahwa dampak penurunan penumpang pesawat juga berimbas pada sektor lainnya, seperti jasa transportasi, perhotelan, serta industri UMKM.

“Kalau bandara sepi, tentu transportasi lokal dan perhotelan ikut sepi, demikian pula dengan produk-produk UMKM kurang laku dijual,” ucapnya.

Kendati begitu, Gubernur Ansar tetap mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran belanja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah tahun 2025 guna dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ia turut mengutarakan pendapatnya jika kebijakan efisiensi anggaran itu lebih cocok diterapkan di daerah-daerah dengan kondisi ekonomi yang sudah kuat.

“Kalau di Kepri, barangkali cuma Batam yang kondisi ekonominya stabil, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih sangat bergantung dengan belanja pemerintah (APBD/APBN),” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *