Tanjungpinang (Vnews.click) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2024 didominasi pemilih Gen Y atau generasi milenial yang sebanyak 571,918 orang.
“Secara persentase, jumlah pemilih milenial sebesar 38,10 persen dari total DPT Pemilu Kepri tahun 2024, sebanyak 1.500.974 orang,” kata Anggota KPU Kepri, Priyo Handoko, Sabtu (9/9/2023).
Priyo menyebut pemilih milenial ialah mereka yang lahir pada rentang waktu tahun 1981 hingga 1996.
Selanjutnya, kata Priyo, jumlah pemilih terbanyak di Kepri ialah Gen X atau mereka yang lahir pada rentang waktu tahun 1965 sampai 1980, yaitu sebanyak 437,312 orang atau 29,14 persen dari total DPT Pemilu 2024.
Kemudian pemilih Gen Z, yakni mereka yang lahir pada rentang waktu tahun 1997-2007, sebanyak 349,563 atau 23,29 persen dari total DPT Pemilu 2024.
“Terakhir, pemilih Baby Boomer, kelahiran tahun 1946-1964 sebanyak 130,064 orang dari total DPT Pemilu 2024,” ungkap Priyo.
Priyo menyebut dari klasifikasi pemilih tersebut, terlihat jumlah pemilih berusia muda cukup besar. Makanya, KPU Kepri gencar melakukan sosialisasi kepada pemilih muda agar menggunakan hak pilih mereka dengan baik pada Pemilu 2024.
Apalagi sebagian dari pemilih muda itu ada pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya, sehingga sosialisasi penting dilakukan supaya mereka paham pentingnya partisipasi pemilih dalam menyukseskan Pemilu.
“Sosialisasi pemilih pemula menyasar ke sekolah hingga kampus, di mana KPU Kepri hadir langsung memberikan informasi tentang Pemilu,” ungkap Priyo.
KPU Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 1.500.974 orang yang meliputi pemilih laki-laki 753.535 orang dan perempuan 747.439.
“Mereka tersebar di 5.914 TPS, 419 desa/kelurahan, dan 80 kecamatan dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri,” kata Priyo.
Priyo mengatakan jumlah pemilih di dalam pleno DPT tersebut mengalami pengurangan sekitar 3.800 orang dibanding pleno penetapan daftar pemilih sementara (DPS) pada bulan April 2023, yaitu dari 1.504.704 orang menjadi 1.500.974 orang.
Menurutnya pengurangan itu terjadi akibat dinamika kependudukan yang terus berkembang dari waktu ke waktu, di antaranya ada warga pindah domisili dari atau ke Kepri, meninggal dunia, menjadi anggota TNI/Polri, pensiunan TNI/Polri termasuk membersihkan data ganda.
Priyo mengklaim dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri tak ada ditemukan data ganda, baik di internal maupun antar kabupaten/kota setempat.
“Jadi, dapat dipastikan data DPT yang diplenokan hari ini, sudah bersih dan berkualitas,” pungkas Priyo. (Redaksi)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

