KEPRI PEMERINTAHAN TANJUNGPINANG

Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri T.S Arif Fadillah menyatakan nilai produksi perikanan tangkap dan budidaya yang dihasilkan Kabupaten Natuna pada tahun 2021 adalah yang terbesar di Provinsi Kepri.

Perikanan tangkap di Kabupaten Natuna mencapai besaran Rp2,859 triliun, sementara untuk nilai produksi perikanan budidaya mencapai Rp296.567 miliar.

Disusul urutan terbesar kedua untuk perikanan tangkap adalah Kabupaten Bintan dengan capaian Rp1,844 triliun, kemudian Lingga diposisi ketiga dengan capaian Rp1,466 triliun, kemudian Batam dengan capaian 1,424 triliun, Anambas sebesar Rp536,716 miliar, Karimun 472,695 militar dan terakhir Tanjungpinang dengan Rp92, 893 miliar.

“Total untuk seluruh Kepri untuk nilai produksi perikanan tangkap mencapai Rp8,697 triliun, dan nilai produksi perikanan budidaya mencapai Rp610, 107 miliar,” kata Arif Fadillah, Rabu (19/10/2022).

Arif menyatakan luas kawasan budidaya perikanan berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) juga menempatkan Kabupaten Natuna mempunyai luas budidaya perikanan yang terluas dengan luas 41.669 Ha.

“Luas kawasan potensi perikanan budidaya di Provinsi Kepri menjadi salah faktor penunjang keberhasilan pembangunan perikanan budidaya termasuk Kampung Budidaya,” jelas Arief Fadillah.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI mengatakan dalam penyusunan kebijakan strategis diperlukan studi komprehensif yang melibatkan institusi akademik. Hal ini sangat penting karena dengan dasar akademik dan penelitian yang kuat maka output yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

“Kita ingin melibatkan semua pihak untuk perikanan terpadu di Natuna, terutama kalangan akademisi kita libatkan juga karena dasar keilmuan dan penelitian itu yang kita butuhkan untuk menyusun kebijakan publik,” katanya saat berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Selasa (18/10/2022). (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *