EKONOMI KEPRI

Vnews.click, Tanjungpinang – BPS Provinsi Kepri menyatakan struktur ekonomi berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) di provinsi itu mengalami kenaikan dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir atau dari tahun 2015 hingga 2025.

“Dalam satu dekade terakhir, PDRB atau nilai tambah ekonomi Kepri naik dua kali lipat, meski sempat turun pada 2020 akibat COVID-19, tapi berhasil pulih bahkan terus meningkat,” kata Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto, Silitonga, Senin (23/2/2026).

Toto memaparkan pada 2015, PDRB Kepri tercatat sebesar 199,578 triliun, lalu sepuluh tahun kemudian atau per 2025 naik menjadi Rp381,74 triliun.

Menurutnya ada 3 struktur utama yang menggerakkan ekonomi Kepri. Pertama, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir dengan tren peningkatan yang cukup drastis.

Pada 2015, nilai ekonomi industri pengolahan tercatat sebesar 74,97 triliun atau 40 persen dari total PDRB saat itu, kemudian di 2025 naik menjadi Rp158,69 triliun atau 41 persen dari total PDRB Kepri.

Kedua, struktur usaha perdagangan juga meningkat signifikan dari 2015 sebesar Rp15,42 triliun, lalu 2025 naik mencapai Rp35,97 trliun.

“Ini menunjukan aktivitas distribusi dan konsumsi dari perdagangan di Kepri semakin kuat, karena naik lebih dari 100 persen,” ungkap Toto.

Lanjutnya struktur ketiga adalah akomodasi dan makan-minum tahun 2015 sebesar Rp3,95 triliun, lalu di 2025 naik menjadi Rp6,98 triliun. Sektor didominasi dari jasa pariwisata hingga perhotelan yang terus meningkat pasca pandemi COVID-19.

“Dapat disimpulkan, struktur ekonomi Kepri tak hanya bertumpu pada industri pengolahan, tapi juga ditopang perdagangan, akomodasi termasuk konsutruksi,” pungkas Toto. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *