Vnews.click, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) menggesa pengoperasian dapur makan bergizi gratis (MBG) untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan ada 163 titik dapur MBG yang dibangun di kawasan 3T, dan 85 persen di antaranya sudah rampung dibangun, namun belum bisa beroperasi.
“Mudah-mudahan Maret 2025, sudah bisa beroperasi semuanya, karena saat ini masih menunggu pencairan dana dari pihak ketiga atau investor,” kata Wagub Kepri usai rapat evaluasi MBG di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026).
Wagub menyebut Pemprov Kepri terus berkoordinasi secara aktif dengan BGN melalui Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri guna mendorong pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan 3T.
Menurutnya masyarakat yang tinggal di wilayah 3T ingin segera mendapatkan MBG, karena sejauh ini program Asta Cita itu masih menyasar penerima manfaat di daerah perkotaan.
“Total penerima manfaat MBG di Kepri saat ini sudah mencapai 503 ribu orang atau 80 persen dari target sasaran 638 ribu orang, dengan 199 titik SPPG sudah beroperasi secara reguler,” ungkap Nyanyang.
Sementara, Kepala KPPG Wilayah Riau, Sumbar dan Kepri Syartiwidya mengakui dari hasil rapat evaluasi MBG itu, masih terdapat titik-titik wilayah di Kepri yang belum terbangun SPPG, sedangkan penerima manfaatnya ada. Terutama di pulau-pulau terpencil.
Maka itu, ia meminta Pemprov Kepri bersama Satgas MBG mengajukan kembali lokasi yang hendak dibangun dapur SPPG, dengan syarat jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang.
“Kita bangun SPPG terpencil di kawasan 3T yang memiliki jarak tempuh 30 menit atau enam kilometer dari lokasi SPPG terdekat,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

