KEPRI PEMERINTAHAN PEMILU POLITIK SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – KPU Provinsi Kepri menggelar deklarasi kampanye damai yang diikuti dua Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura dan Muhammad Rudi – Aunur Rafiq di Trans Convention Center Aston Hotel Tanjungpinang, Selasa (24/9/2024).

Ketua KPU Indrawan Susilo mengatakan deklarasi kampanye sebagai langkah awal menyongsong tahapan kampanye yang akan dimulai pada tanggal 25 September 2024 hingga 23 November 2024 atau lebih kurang 59 hari.

Deklarasi damai merupakan wujud komitmen penyelenggar pilkada, forkopimda, pemerintah, paslon, dan masyarakat untuk menyelenggarakan kampanye sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Selama 59 hari, paslon akan melaksanakan kampanye guna menawaran visi dan misi kepada masyarakat,” ujarnya.

Indrawan turut mengajak partai politik pengusul beserta tim kampanye berkomitmen mewujudkan pemilihan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Kemudian, melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoaks, politisasi sara, dan tanpa politik uang

Selanjutnya, melaksanakan kampanye pemilihan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Paslon berkomitmen menjamin pilkada dalam situasi aman, damai kondusif serta riang dan gembira. Pilkada harus dalam suasana gembira, di mana masyarakat senang bukan sebaliknya,” kata Indrawan.

Sementara itu, Calon Gubernur nomor urut satu Ansar Ahmad mengaku sepakat melaksanakan kampanye pilkada sesuai aturan yang berlaku, sehingga berjalan dengan aman, damai dan penuh kekeluargaan.

Ansar juga meminta jajaran bawaslu mengoptimalkan pengawasan terkait money politic atau politik uang yang biasanya gencar terjadi pada saat pemilu atau pilkada.

Ia turut mengimbau partai pengusul, relawan serta masyarakat yang mendukung paslon Ansar-Nyanyang untuk bersama-sama menghindari atau melakukan praktik politik uang di pilkada 2024.

“Kita berusaha maksimal tidak melakukan hal itu, karena politik uang bisa merusak demokrasi,” ujar Ansar.

Senada, Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut dua Aunur Rafiq berkomitmen menolak politik uang pada masa kampanye, karena merupakan salah satu bentuk kecurangan dalam pesta demokrasi.

Selain itu, ia pun mengingatkan para pendukung dan relawan paslon Rudi-Rafiq untuk bersama-sama menghindari kampanye negatif, seperti menjelekkan paslon lain, ujaran kebencian hingga menyebarkan hoaks atau berita bohong.

“Mari, kita jadikan pilkada ini sebagai ajang adu ide atau gagasan untuk membangun Kepri, bukan justru saling menyerang atau menjatuhkan satu sama lainnya,” ujar Rafiq. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *