Tanjungpinang (Vnews.click) – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Bobby Jayanto, menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (P-RPJMD) Tingkat Provinsi Kepri, di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Jumat (13/10/2023).
Dalam kesempatan ini, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang tersebut, mendapat kesempatan untuk menyampaikan sejumlah temuan dan keluhan masyarakat, berdasarkan hasil reses yang dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Kami menemukan beberapa persoalan yang dihadapi warga, khususnya di Tanjungpinang. Mulai dari pendidikan, kesehatan, air bersih, hingga lapangan pekerjaan,” kata Bobby Jayanto di hadapan peserta yang hadir pada acara Musrenbang P-RPJMD tersebut.

Politisi NasDem itu menjelaskan masalah pendidikan yang ada di Tanjungpinang, salah satunya warga masih kesulitan mendapat akses pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, karena keterbatasan ekonomi.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah setempat dapat memberikan kemudahan-kemudahan agar anak-anak terutama yang datang dari keluarga kurang mampu bisa berkuliah untuk mencapai cita-citanya.
“Kita dorong pemerintah daerah perbanyak beasiswa ke perguruan tinggi, khususnya untuk warga kurang mampu,” ujar Bobby.
Kemudian, dia menyampaikan masalah pelayanan air bersih PDAM di Tanjungpinang yang masih minim dan belum bisa menjangkau semua lapisan warga. Namun demikian, ia mengapresiasi pemerintah saat ini sedang dilakukan peremajaan pipa untuk meningkatkam distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Bukan cuma pipa, tapi sumber mata air juga harus diperhatikan, seperti di Sungai Pulak, Daskawal dan Gesek,” ujarnya.
Selanjutnya, Bobby Jayanto juga menyinggung masalah pelayanan kesehatan di Tanjungpinang, terutama yang menyangkut layanan mobil ambulance di Puskesmas pun masih belum maksimal.
Menurut dia layanan ambulance untuk kebutuhan warga sakit atau mau melahirkan, selalu datang terlambat ketika dibutuhkan masyarakat.
“Kadang butuh waktu berjam-jam baru ambulance itu datang, saya sudah pernah cek sendiri. Alasannya beragam, mulai dari tidak ada bensin hingga tidak ada supir,” ungkap Bobby.

Terakhir, Ketua DPD NasDem Tanjungpinang itu menyoroti kurangnya lapangan pekerjaan di Tanjungpinang, sehingga tidak sedikit pemuda-pemudi tempatan harus merantau ke luar kota demi mendapatkan pekerjaan.
Maka itu, ia menyarankan pemerintah daerah supaya meningkatkan geliat investasi untuk memperluas lapangan pekerjaan di Tanjungpinang.
“Beberapa temuan dan keluhan warga ini, kiranya dapat menjadi bahan catatan maupun masukan bagi pemerintah daerah ke depan, sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kepri dapat terwujud dan merata,” tutup Bobby Jayanto. (Mis)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

