Tanjungpinang (Vnews.click) – Festival kopi merdeka (FMK) menjadi inisitor bangkitnya ekonomi bisnis dibidang kopi di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Event ini sangat berkesan bagi masyarakat Tanjungpinang khususnya, terutama tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang hadir pada malam penutupan FKM, tampak hadir Gubernur Kepri, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Wakil Walikota Tanjungpinang, Ketua DPRD, serta anggota DPRD Tanjungpinang, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Festival ini di meriahkan dengan sejumlah perlombaan dan hiburan diantaranya lomba fashion show, lomba foto, band serta artis lokal Kota Tanjungpinang.
Pada kesempatan ini, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Bobby Jayanto berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan pariwisata di Ibukota Provinsi Kepri.
“Festival ini adalah trobosan yang bagus setelah 2 tahun covid 19 tidak ada kegiatan, semoga ini bisa menjadi event pariwisata dan bisa dijalankan setiap tahun dan dapat mendukung Pariwisata di Ibukota Provinsi Kepri ini,”harapnya.
Sejalan dengan itu, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad sangat apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan selama dua mulai tanggal 20 hingga 21 Agustus 2022 ini, dirinya juga mohon maaf karena acara ini dilaksanakan di saat sedang membangun fasilitas di Kota Lama Jalan Merdeka karena kota lama ini akan dikemas serta hidupkan kembali agar kejayaan kota ini di masa lalu bisa hadirkan kembali di tengah-tengah masyarakat tahun ini.
“Tadi kita sudah diskusi sama Pak Joko, insya Allah atas permintaan teman-teman pencinta kopi kita akan jadikan kalender wisata tahunan di Kepri ini nanti acaranya kita kemas lebih rapi kita dukung bersama-sama kita akan berkerjasama dengan pemerintah Kota Tanjungpinang supaya ini nanti menjadi kalender pariwisata Provinsi dan kota Tanjungpinang,” jelas Ansar.
Ansar berharap dengan kegiatan festival yang dikemas secara baik maka bisa menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Provinsi Kepri terutama Tanjungpinang.
“Karena Kepri destinasi wisatanya termasuk besar pada tahun 2019 wisatawan asing masuk ke Kepri kita nomor 2 terbesar setelah Bali 5,4 juta kita 2,97 juta DKI 2,4 juta 4 juta lebih lainnya dari provinsi-provinsi lain maka sayang kalau kita tidak memanfaatkan jumlah yang besar itu. Maka kalau ini sudah dikemas tugas kami nanti sama Pemko akan mengontrol nanti taksi-taksi pelabuhan, kita akan atur jangan nanti ke depan mereka mengecewakan para wisatawan,” pungkasnya.(Mis).

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

