Tanjungpinang (Vnews.click) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepri, Aries Fariandi mengungkapkan strategi baru dalam rangka menekan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Aries menyampaikan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kepri akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan kapabilitas dan pendapatan melalui pemberdayaan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan berbasis wilayah.
“Termasuk pentingnya sinergi program yang terintegrasi dalam lima klaster penanggulangan kemiskinan guna menciptakan intervensi yang komprehensif,” kata Aries, Jumat (28/11/2025).
Aries menjelaskan kelima klaster tersebut, meliputi program bantuan sosial, lalu peningkatan produktivitas/pemberdayaan ekonomi, sinergi antar daerah, penguatan kelembagaan, dan penanggulangan berbasis masyarakat.
Sementara untuk menajamkan intervensi, kata dia, alokasi program dan anggaran tahun 2025/2026 harus didasarkan pada Analisis Root Cause atau akar dari masalah kemiskinan di setiap wilayah kabupaten/kota se-Kepri.
Aries menegaskan bahwa akurasi data merupakan prasyarat utama dalam perencanaan.
Dia juga meminta seluruh Tim Koordinasi Penanggulan Kemiskinan Kabupaten/Kota memprioritaskan validasi dan pemanfaatan basis data P3KE yang disandingkan dengan DTKS dan data BPS.
Dengan data yang akurat, sambungnya, program Bantuan Sosial dapat difokuskan pada rumah tangga di desil 1 (kelompok termiskin), sementara program pemberdayaan ekonomi diarahkan kepada rumah tangga miskin yang memiliki potensi untuk naik kelas.
“Integrasi data dan program ini diharapkan mampu mempercepat progres Kepri menuju target penurunan persentase penduduk miskin menjadi 4,14 persen pada tahun 2026,” kata dia.
Aries menyebutkan jumlah penduduk miskin per Maret 2025 sebanyak 117.280 orang atau setara dengan 4,44 persen dari total penduduk Kepri yang sebanyak 2,7 juta orang.
Dia memastikan Kepri berkomitmen penuh terhadap instruksi Presiden Prabowo untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2029.
“Saat ini, data per Maret 2025 menunjukkan kemiskinan ekstrem di Kepri berada pada kisaran 0,49 persen,” ujarnya.
Aries memaparkan adanya disparitas tingkat kemiskinan antar Kabupaten/Kota yang perlu menjadi perhatian.
Menurutnya tingkat kemiskinan tertinggi terdapat di Kabupaten Natuna sebesar 8,06 persen, disusul Kabupaten Lingga 7,68 persen, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 6,70 persen.
“Sebaliknya, tingkat kemiskinan terendah dicatatkan oleh Kota Batam sebesar 4,03 persen Kota Tanjungpinang sebesar 4,39 persen,” pungkasnya. (Lus)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

