KEPRI PENDIDIKAN TANJUNGPINANG

Vnews.click, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan sebanyak 7 Sekolah Rakyat dapat terbangun di daerah itu guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan lahan maupun kelengkapan administrasi pembangunan sekolah tersebut.

“Sebanyak 6 Sekolah Rakyat akan tersebar di enam kabupaten/kota se-Kepri. Satu di antaranya akan dibangun di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang, dengan luas lahan sekitar sepuluh hektare,” kata Nyanyang, Rabu (24/6/2026).

Sedangkan khusus Kota Batam, kata Wagub, tidak masuk dalam skema pembangunan tersebut karena memiliki mekanisme yang berbeda.

Ia menyampaikan hingga saat ini survei lokasi pembangunan Sekolah Rakyat telah dilakukan di lima daerah. Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas akan dilaksanakan pada pekan depan.

Ia berharap tiga lokasi prioritas mulai dibangun tahun ini, dengan proses lelang yang ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

“Kami berharap seluruh persyaratan, mulai dari kesesuaian tata ruang, AMDAL, sertifikasi lahan, konektivitas hingga analisis dampak lalu lintas dapat segera diselesaikan sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Wagub Nyanyang menjelaskan Sekolah Rakyat akan mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school) yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan karakter siswa.

Sekolah ini juga dilengkapi fasilitas olahraga, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semiinternasional, kolam renang, lapangan bulu tangkis, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

“Kita ingin seluruh kebutuhan belajar dan pengembangan siswa dapat terpenuhi dengan baik melalui Sekolah Rakyat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Kepri Riduan Manik mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum RI akan membangun seluruh sarana dan prasarana Sekolah Rakyat melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunan per gedung Sekolah Rakyat menelan anggaran sekitar Rp250 miliar.

“Konsepnya boarding school dengan sekitar 27 massa bangunan yang terdiri atas ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ungkap Riduan.

Lanjutnya menjelaskan 3 lokasi prioritas yang direncanakan lebih dahulu dibangun berada di Natuna, Tanjungpinang, dan Anambas.

Pembangunan ditargetkan dimulai setelah proses pengadaan selesai dan diharapkan rampung pada Maret 2027.

Riduan menegaskan kesiapan lahan menjadi faktor utama sebelum pembangunan dimulai, karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan proses pembersihan dan pematangan lahan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Lahan harus benar-benar siap dibangun, termasuk penimbunan dan pematangan lahan apabila diperlukan. Dengan demikian target pemanfaatan pada tahun ajaran baru dapat tercapai,” ujarnya. (Lus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *