Tanjungpinang (Vnews.click) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat produksi ikan per tahun mencapai 330 ribu ton atau setara dengan pendapatan sekitar Rp10 triliun.
Nominal tersebut dihitung berdasarkan produksi perikanan dikali dengan harga ikan rata-rata Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.
“Nilai Rp10 triliun itu dari total valuasi bisnis secara keseluruhan, mulai dari hulu ke hilir atau dari nelayan sampai ke pasar,” kata Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad, Senin (3/3/2025).
Said menyampaikan produksi perikanan di Kepri yang sebesar 330 ribu ton per tahun ini itu mencakup untuk kebutuhan konsumsi lokal/dalam negeri hingga ekspor ke luar negeri.
Khusus untuk konsumsi ikan di Kepri, katanya, dalam setahun mencapai 80-100 ribu ton. Masyarakat Kepri yang mengkonsumsi ikan diperkirakan satu juta orang, dengan rata-rata konsumsi 60 kilogram per kapita per tahun.
“Artinya, untuk kebutuhan pangan ikan di Kepri sudah surplus sekitar 70 persen,” ujar Said.
Lanjutnya menyampaikan semakin tinggi nilai valuasi bisnis perikanan, tentu semakin banyak pula pendapatan nelayan yang berujung pada kesejahteraan mereka.
Apalagi nelayan tangkap perikanan di Kepri didominasi nelayan kelas menengah ke bawah.
“Kami terus berupaya memberikan kemudahan nelayan dengan berbagai bantuan alat tangkap hingga armada kapal lebih besar agar hasil tangkapan nelayan terus meningkat setiap tahunnya,” pungkasnya. (Red)

Ikuti saluran vnews.click – Media Informasi Kepri di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VanjuMgDjiOcvP1Y1x2N

