EKONOMI KEPRI PEMERINTAHAN SOSIAL TANJUNGPINANG UPDATE

Tanjungpinang (Vnews.click) – Pemprov Kepri membentuk Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Kawasan Konservasi Perairan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Ansar Ahmad.

“UPTD ini akan lebih fokus dalam memanfaatkan, mengembangkan serta mengawasi kawasan konservasi di Kepri,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Jumat (23/8/2024).

Ansar menyebut keberadaan UPTD Kawasan Konservasi itu bertujuan mendukung optimalisasi pengelolaan enam kawasan konservasi di perairan Kepri dengan luas area seluas tiga juta hektare, di mana sekitar 1,1 juta hektare dikelola pemerintah pusat, sisanya sekitar 1,9 hektare dikelola Pemprov Kepri.

Kawasan konservasi yang dikelola Pemprov Kepri tersebar di perairan Timur di Kabupaten Bintan, Galang-Rempang di Kota Batam, Serasan di Kabupaten Natuna, serta Pulau Tiga dan Desa Penaah di Kabupaten Lingga.

Selain itu, kata Ansar, kawasan konservasi di perairan Kepri ikut memberikan kontribusi sekitar 10,54 persen dari target nasional yang berada di wilayah pengelolaan perairan (WPP) 711.

Maka itu, Pemprov Kepri berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian berupa insentif atas penetapan kawasan konservasi di daerah tersebut guna menjamin pembangunan berkelanjutan.

“Dalam hal ini, pengusaha juga punya kepentingan karena ketika kawasan konservasi terjaga, tentu hasil tangkapan laut ikut terjaga,” ujar Ansar.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri Said Sudrajad mengatakan pengelolaan kawasan konservasi perairan bisa memberikan sumbangsih terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Apalagi melihat kondisi geografis Provinsi Kepri yang terdiri dari 96 persen laut, ditambah berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

“Kita ambil contoh pengelolaan kawasan konservasi perairan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, yang mampu menyumbang PAD sekitar Rp20 miliar per tahun ke kas daerah,” ujar Said.

Ia menyampaikan pembentukan UPTD Kawasan Konservasi Perairan di Kepri mendapat dukungan dari KKP RI sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di daerah setempat.

Ia optimistis pembentukan UPTD itu juga akan membuat pengelolaan kawasan konservasi perairan semakin efektif dan independen. “Kami harap, Kepri menjadi salah satu provinsi yang efektif mengembangkan kawasan konservasi perairannya,” pungkas Said. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *